BOGOR – Ratusan santri Lapas Narkotika IIA Gunungsindur mengikuti pelatihan manasik haji pada Selasa (5/6) dengan penuh semangat dan seksama, dengan dibimbing oleh Ust H Ahmad Fauzi Qosim selaku sekretaris Dewan Syariah Dompet Dhuafa yang juga pembimbing ibadah DD Travel.
Lantunan takbir dan talbiyah menggema dari Masjid Husnul Khatimah ke seluruh blok penjara seluas 34.000 m2 yang berisikan lebih kurang 600an napi narkotika dan seratusan napi teroris.
Materi pelatihan meliputi keutamaan bulan dzulhijjah, sejarah dan pensyariatan kurban-haji, dan diakhiri dengan praktik manasik haji yang dipusatkan di lapangan utama lapas tersebut.
Ust Ahmad Baihaqi selaku relawan Dai Bina Santri Lapas (BSL) LPM DD menyampaikan tujuan dilaksanakannya materi manasik haji dan kurban ini agar para santri dapat memahami syariat kurban-haji, dan memotivasi untuk bisa melaksanakan ibadah umroh atau haji setelah lulus “mondok” dan menjadi wasilah perbaikan diri dan ikhtiar menjadi lebih baik. Rencananya, pelatihan ini juga akan dilaksanakan di lapas khusus Gunungsindur II, yang posisinya berada di sebrang lapas Narkotika IIA pada kamis (7/6) esok.
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat struktural dan pegawai Lapas Narkotika Gunung Sindur diantaranya Tri Mulyono A.Md.IP., S.Sos., M.Si
Kasi Binadik.
Dalam sambutannya, Tri Mulyono mengucapkan terimakasih kepada Dompet Dhuafa atas kerjasama dalam pembinaan santri lapas selama ini, berharap para warga binaan menjadikan momen pelatihan manasik haji dan syariat kurban ini sebagai refleksi nilai-nilai sosial gambaran kehidupan manusia di muka bumi yang perlu dipahami para warga binaan termasuk para petugas lapas untuk kehidupan yang lebih baik.
Bina Santri Lapas (BSL) merupakan program Dompet Dhuafa yang memberikan kontribusi empati kepada warga binaan melalui pembinaan mental spiritual, kemandirian, kepribadian hingga motivasi hidup yang lebih baik.
Kamaludin, Senior Officer Layanan Sosial Dompet Dhuafa menambahkan, program BSL saat ini ada di 9 lembaga Pemasyarakatan di Jabodetabek selain kerjasama lapas di daerah dengan beberapa cabang DD. Program ini telah mendapatkan apresiasi dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM. “Program Pembinaan di lapas dibagi menjadi 2 yaitu, Pembinaan Kepribadian dan Pembinaan Kemandirian”, imbuhnya, dalam keterangan tertulis.





