Ratusan Siswa dan KK di Majalengka Terancam Banjir

Ilustrasi/ Foto:sindonews

MAJALENGKA – Sedikitnya 122 siswa SMP Nunuk di Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja, harus menjalani kegiatan belajar mengajar dengan resiko tinggi kehilangan nyawa karena mendadak diterjang banjir sungai Cisuluheun di samping sekolah mereka.

“Bulan Mei yang lalu dua lokal kelas dan perpustakaan hanyut terbawa arus sungai Cisuluheun. Kini tersisa Mesjid dan 3 lokal kelas yang masih digunakan oleh 122 siswa dan sekarang terancam kembali karena hampir tiap hari air sungai meluap ke halaman sekolah, entah bagaimana nasibnya jika terjadi banjir lebih besar lagi,” kata Kepala Sekolah SMP Nunuk Jaja Sujai.

Menurutnya ancaman banjir sungai Cisuluheun tidak hanya mengancam asset sekolah dan nyawa siswa serta guru. Lebih mengerikan lagi, bencana banjir mengancam jiwa 200 Kepala Keluarga (KK) yang ada di blok Cirelek Desa Nunuk Baru.

“Jika tidak secepatnya ditangani akan habis terbawa arus sungai, tolong bantu kami rakyat kecil, yang memiliki kedudukan dan hak yang sama sebagai warga Negara Indonesia,”ungkapnya, dilansir Majalengkatrust.com.

Jaja mengungkapkan sejak banjir menghanyutkan 4 kelas bulan Februari dan Mei lalu serta merendam blok Cirelek sudah banyak pejabat mulai Camat, Kepala Dinas dan lainnya yang datang, namun hanya melihat belum ada tindaklanjut sampai sekarang.

“Masjid sudah kena sama banjir sekarang, air sungai Cisuluheun semakin hari semakin besar, kami mau pindah bingung mau pindah kemana,”ungkapnya.

Sementara itu dilansir Okezone, Rabu (26/10/2016), Sekretaris Desa Nunuk Baru, Yanto mengatakan hal senada. “Ancaman banjir bandang ini sejak 2006 lalu, kalau dihitung sudah 10 tahun kami dihantui rasa takut,” katanya.

“Kami takut adanya korban jiwa dengan curah hujan yang masih cukup tinggi,” tambahnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Yanto mengaku, sudah berupaya semaksimal mungkin, namun belum juga ada respon dari Pemerintah Kabupaten Majalengka. “Kami meminta perhatian dan bantuan pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi Sungai Cisuluheun, kalau tidak kami minta direlokasi,” pungkasnya.

Advertisement