Ratusan Warga di Prambanan Terancam Longsor

Ilustrasi/ tripjogja.co.id

YOGYAKARTA – Lokasi perbukitan di wilayah Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta menjadi rawan longsor saat musim penghujan seperti sekarang, dan ironisnya, tak sedikit warga bermukim di kawasan perbukitan tersebut.

Menurut Camat Prambanan, Abu Bakar, ada sekitar 600 kepala keluarga yang hidup di lokasi rawan longsor. Pihaknya, meminta warga yang tinggal di perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan atas potensi longsor tersebut.

“Kami mengharapkan supaya warga mewaspadai ancaman tanah longsor, apalagi saat ini musim penghujan,” katanya di Bukit Teletabis saat meninjau lokasi rawan longsor, Rabu (5/10/2016), dikutip dari Okezone.

Pihaknya sudah memetakan beberapa titik yang perlu diwaspadai terjadi longsor. “Kita sudah petakan, ada banyak titik yang perlu diwaspadai. Kita turun gunung ini mengajak warga lebih meningkatkan kewaspadan,” kata Camat Kota 1.000 Candi itu.

Sementara itu Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Sleman, Heru Saptono merinci ada puluhan dusun di beberapa desa hidup dalam ancaman rawan longsor. Mereka semua berada di perbukitan Prambanan.

“Di Desa Wukirharjo itu ada Dusun Klumprit, Watukangsi, dan Randusari. Desa Gayamharjo ada Dusun Gayam, Gedang Atas, dan Gedang Bawah. Ada juga beberapa dusun di Sumberharjo dan Sumbirejo,” katanya.

Heru mengaku pihaknya sudah memasang peralatan untuk mendeteksi longsor. Sebanyak 33 Early Warning System (EWS) terpasang di beberapa titik yang potensi terjadi longsor.

“Sewaktu-waktu ada pergerakan tanah, peralatan itu berbunyi seperti alarem. Masyarakat sudah paham jika ada bunyi sirine, maka segera tinggalkan rumah untuk mencari tempat yang aman,” katanya.

Advertisement