JAKARTA, KBKNews.id – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) merilis rekaman terbaru yang memperlihatkan kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza yang kian memprihatinkan, tepat dua tahun setelah Israel melancarkan agresi militernya di wilayah tersebut. Hingga kini, serangan masih terus berlanjut dan menyebabkan kehancuran besar-besaran.
Video yang dibagikan UNRWA di laman resminya dan di platform X itu diambil dari kamera dasbor mobil milik UNRWA yang beroperasi di Gaza.
Rekaman tersebut memperlihatkan pemandangan memilukan — bangunan dan jalan hancur lebur akibat gempuran udara tanpa henti dari militer Israel.
Dalam salah satu cuplikan, tampak jasad seorang warga Palestina tergeletak di pinggir jalan. Cuplikan lain menampilkan sejumlah pengungsi, mayoritas perempuan dan anak-anak, berjalan sambil mengangkat tangan dan membawa kain putih, berpindah dari satu wilayah yang hancur ke wilayah lainnya untuk mencari tempat aman.
Selain itu, terdengar komunikasi radio antara para staf UNRWA yang tengah bertugas. Salah satu di antaranya melaporkan, “satu sekolah lagi hancur,” mengacu pada sekolah yang dikelola PBB dan kembali menjadi sasaran serangan.
Ada juga rekaman yang memperlihatkan tentara Israel melepaskan tembakan peringatan ke arah konvoi UNRWA yang sedang melintas.
UNRWA menegaskan bahwa banyak sekolah yang selama ini dijadikan tempat berlindung pengungsi Palestina telah beberapa kali dibombardir. Sejak dimulainya agresi Israel, sebagian besar fasilitas dan gedung milik lembaga PBB tersebut telah hancur.
Badan PBB itu juga mengonfirmasi terjadinya kelaparan parah di wilayah Gaza. Sedikitnya 455 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kekurangan gizi. Hampir seluruh lahan pertanian di kawasan itu rusak dan tidak lagi bisa digunakan untuk produksi pangan.
UNRWA menyebut, selama lebih dari tujuh bulan, Israel terus menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan meskipun lembaga tersebut memiliki persediaan makanan yang cukup untuk mencukupi kebutuhan penduduk Gaza selama tiga bulan.
Melalui pernyataannya, UNRWA kembali menyerukan agar Israel segera menghentikan blokade di Jalur Gaza dan membuka akses bagi masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga Palestina.




