LABUHANBATU – Feri (16), seorang siswi SMA warga Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut) tewas setelah menjadi korban amuk massa karena dituding mencuri ayam.
Peristiwa ini berawal saat korban Feri dan rekannya Putra (17) diduga mencuri ayam di Rantau Selatan. Namun belum sempat melancarkan aksinya, mereka sudah dipergoki warga terlebih dahulu.
Warga yang merasa sudah sering mengalami kehilangan ayam, seketika meluapkan emosi terhadap kedua tersangka. Mereka menghakimi keduanya secara kejam, hingga korban tak sadarkan diri.
Dalam video amatir yang beredar, bahkan terdengar suara ibu-ibu yang sampai memohon warga untuk menyudahi menganiaya kedua terduga pelaku.
Dilaporkan iNews, tak berselang lama Polres Labuhanbatu datang dan langsung membawa keduanya menggunakan mobil patroli. Saat itu kondisi korban sudah kritis akibat luka serius di bagian kepala dan sekujur tubuh. Kendati demikian, mereka tetap menjalani pemeriksaan polisi.
Untuk dapat mengeluarkan anaknya dan membawa ke rumah sakit, orang tua korban bahkan ditengarai harus memberikan uang damai Rp2 juta. Namun ketika sang anak dalam penanganan medis, semuanya telah terlambat, nyawa Feri tak dapat terselamatkan.
Saat ini Dewi hanya berharap agar para pelaku penganiaya anaknya diproses sesuai aturan yang berlaku. Keluarga akan menempuh jalur hukum atas aksi sadistis mereka yang menganiaya anaknya hingga meninggal.





