IDOMENI (KBK) – Rencana pemulangan kembali pengungsi dari Yunani ke Turki memicu demonstrasi warga di dua negara.
Dua hari sebelum kesepakatan yang dimediasi Uni Eropa ini dilaksanakan, warga Turki dan Yunani turun ke jalan memprotesnya.
Pada saat yang sama, para pengungsi yang terdampar di sebuah kamp darurat di sebuah kota kecil di perbatasan Yunani dengan Makedonia melakukan protes menuntut dibukanya perbatasan itu.
Reporter Al Jazeera, Zeina Khodr melaporkan dari Lesbos, kedatangan pengungsi ke Pulau Yunani itu tiada henti walaupun kesepakatan Uni Eropa-Turki untuk memulangkan pengungsi mulai berlaku pada tanggal 20 Maret.
Para pejabat Yunani mengatakan, laju kedatangan pengungsi sudah berkurang meski belum berhenti.
Seperti dilaporkan Al Jazeera, pengembalian pengungsi merupakan kunci dari kesepakatan antara Uni Eropa dan Turki yang bertujuan mengakhiri masuknya pengungsi secara tak terkendali ke Eropa.
Para pengungsi melarikan diri dari perang dan penderitaan di Timur Tengah, Asia dan Afrika.
Berdasarkan kesepakatan itu, mereka yang menyeberang ke Yunani secara ilegal akan dipulangkan kembali ke negara awal ia diproses.




