KARAWANG –Â Konflik agraria antara petani Telukjambe Kabupaten Karawang dengan PT Pertiwi Lestari belum mencapai kata sepakat dan hingga kini petani menilai solusi pemerintah yang akan memberikan bantuan ganti rugi lahan kepada 96 kepala keluarga (KK), dianggap belum sepenuhnya membantu para petani.
Dewan Pembina Serikat Tani Telukjambe Bersatu (STTB) Aris Wiyono mengatakan, petani korban PT Pertiwi Lestari mengaku kecewa dengan keputusan menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil.
Sebab, Sofyan hanya akan membangun 96 unit rumah untuk petani Telukjambe. Padahal, kata dia, petani penggarap yang terkena dampak konflik dengan PT Pertiwi Lestari selama ini sejumlah 600 orang.
Untuk itu kata Aris para petani berencana kembali menggelar aksi kubur diri di Jakarta dengan massa yang lebih banyak.
“Rabu akan kembali ke Jakarta dengan 300 peti kayu untuk kubur diri,” ujar Aris.
Sementara itu Maman Suryaman, Ketua STTB menambahkan, petani Telukjambe yang jadi korban sengketa lahan tidak semua ikut aksi ke Jakarta. Ia mengatakan, pemerintah seharusnya tidak hanya menjamin 275 petani Telukjambe yang mengungsi ke Jakarta.
“Jumlah itu hanya sebagian. Sisanya masih banyak,” kata Maman.
“Dari 600 kepala keluarga yang terdampak konflik kenapa hanya 97 keluarga saja yang akan diberikan solusi,” pungkasnya, dilansir Jawapos, Sabtu (13/5/2017).





