
JAKARTA, KBKNews.id – Raksasa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tanah air, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), berhasil menutup tahun buku 2025 dengan catatan impresif. Di tengah dinamika ekonomi yang menantang dan pengetatan anggaran belanja di berbagai sektor, emiten berkode saham MTDL ini justru mampu mempertebal pundi-pundi pendapatannya hingga mencapai angka Rp27,2 triliun.
Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 8,1% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy). Sejalan dengan kenaikan omzet, efisiensi dan strategi bisnis yang tepat sasaran juga mendongkrak laba bersih konsolidasi perusahaan menjadi Rp814,0 miliar, atau tumbuh 10,0% secara tahunan.
Jaga Stabilitas di Tengah Badai Konsumsi
Keberhasilan ini tidak lepas dari kemampuan manajemen dalam menavigasi pasar perangkat keras (hardware) yang sedang lesu. Saat daya beli masyarakat cenderung melemah, MTDL justru berhasil menjaga performa penjualan perangkat komputasi personal seperti PC dan laptop agar tetap stabil.
Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, mengungkapkan kunci dari hasil positif ini adalah kelincahan perusahaan dalam melakukan diversifikasi produk serta penguatan pada sektor jasa.
“Seiring dengan strategi diversifikasi produk serta penguatan layanan pada segmen solusi dan konsultasi yang turut mendorong pengembangan bisnis secara berkelanjutan,” ujar Susanto dalam keterangan resminya, Kamis (26/3/2026).
Lonjakan Segmen Smartphone dan Distribusi
Lini bisnis distribusi masih memegang peranan sebagai tulang punggung pendapatan perusahaan. Melalui strategi perluasan portofolio produk, unit ini berhasil membukukan pertumbuhan penjualan hingga 9,0%.
Menariknya, segmen smartphone menjadi bintang utama dengan lonjakan pertumbuhan yang sangat signifikan, yakni mencapai 24,6%. Sementara itu, segmen komersial yang menyasar kebutuhan korporasi juga tetap menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 7,2%.
Transformasi Digital dan Pendapatan Berulang
Tak hanya kuat di sektor perdagangan barang, MTDL juga semakin tancap gas di unit Solusi dan Konsultasi Digital. Meski secara volume penjualan unit ini tumbuh moderat sebesar 4,5%, namun kualitas profitabilitasnya meningkat tajam dengan kenaikan laba bersih hingga 12,0%.
Pertumbuhan ini dipicu oleh tingginya ketergantungan sektor industri terhadap infrastruktur awan (cloud), sistem keamanan siber (cybersecurity), hingga hybrid infrastructure. Selain itu, MTDL mulai memanen hasil dari model bisnis berbasis langganan (subscription) yang menciptakan recurring income atau pendapatan rutin yang lebih stabil bagi perseroan.
Optimisme Menuju Raksasa TIK Indonesia
Melihat tren pemulihan permintaan pada unit solusi digital, manajemen MTDL meyakini proses transformasi digital di berbagai sektor akan terus berlanjut. Keberhasilan melewati tahun 2025 yang penuh tantangan makro ekonomi menjadi modal kuat bagi perusahaan untuk membidik target yang lebih besar.
“Keberhasilan melalui tantangan kondisi makro tahun 2025 ini membuat kami semakin optimistis dalam upaya memperkuat posisi Perseroan sebagai digital solution provider dan dalam upaya meraih target menjadi perusahaan TIK terbesar di Indonesia,” pungkas Susanto.



