Ribuan Pengungsi Kayah Myanmar Terlantar dan Belum Tersentuh Bantuan

Ilustrasi Pengungsi Rohingya dipagari kawat berduri supaya tak kembali. Foto: Anadolu

MYANMAR – Sebanyak lebih dari 1.000 orang terlantar karena pertempuran di Kotapraja Demoso, Negara Bagian Kayah, Myanmar, dan sangat membutuhkan tempat berlindung seiring datangnya hujan lebat.

Salah satu warga yang melarikan diri, Maung Woe, mengungkapkan kelompok yang bergerak di bidang distribusi bantuan belum sampai ke penduduk desa.

“Kini kami tidak memiliki tempat berlindung dari hujan. Anak-anak dan lansia terkena flu dan diare karena ini,” kata Maung, dikutip Anadolu.

Para warga Desa Li Woe, Kayah, tersebut meninggalkan rumah mereka pada awal Mei.

Mereka sempat kembali ke desanya, tetapi terpaksa melarikan diri lagi setelah bentrok antara militer Myanmar dan kelompok perlawanan lokal di wilayah sekitar.

Saat ini, kekerasan sudah berhenti sejak militer dan kelompok perlawanan lokal menyepakati gencatan senjata, tetapi ketegangan tetap dirasa tinggi.

Maung khawatir akan terjadi lebih banyak bentrokan yang mengakibatkan seluruh penduduk desa mengungsi dalam jangka panjang. Artinya, kata Maung, para penduduk desa akan mulai kehabisan makanan.

Rezim kudeta menggunakan jet tempur dan artileri jarak jauh dalam serangan di Kayah dan warga sekitarnya.

Tentara Myanmar juga dilaporkan menargetkan warga sipil serta menghancurkan pasokan medis dan makanan para pengungsi. Myanmar diguncang kudeta militer pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

 

Advertisement