Ribuan Rumah di Karanganyar Belum Miliki Jamban Sehat

Ilustrasi Jamban Sehat. Foto; tribunnews

KARANGANYAR – Sebanyak 25.317 rumah di Karanganyar belum memiliki jamban sehat hingga 2015. Kecamatan Gondangrejo menduduki peringkat pertama sebanyak 4.065 rumah diikuti Karanganyar Kota dan Kebakkramat.

Hal itu dikatakan Fasilitator Kabupaten Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Endro Nur Saputro, Senin (09/05/2016).

Dikatakannya, dibutuhkan pendekatan persuasif untuk mengubah perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Wilayah padat penduduk yang dilewati aliran sungai Bengawan Solo dan anak sungainya, biasanya membuang limbah rumah tangga ke sungai. Termasuk BABS di sana. Memang ada yang memiliki kamar mandi, tetapi tetap saja limbahnya dialirkan ke sungai,” ujar Endro

Berdasarkan data, aktivitas BABS dilakukan 10.383 keluarga hingga Maret 2016. Meski mengalami penurunan sebanyak 2.939 keluarga dibandingkan data hingga November 2015 sebanyak 13.322 keluarga, namun jumlahnya masih memprihatinkan.

Kabupaten Karanganyar menempati urutan ke enam di Jawa Tengah terkait keluarga yang mengakses jamban sehat pada 2016. Di kabupaten ini, aktivitas BABS masih dijumpai di beberapa wilayah, terutama di bantaran sungai.

Aktivitas BABS di bantaran sungai terdeteksi di Kebakkramat dengan jumlah pelaku mencapai 2.104 keluarga. Kemudian diikuti Tawangmangu sebanyak 2.059 keluarga, Karangpandan sebanyak 998 keluarga, Gondangrejo sebanyak 059 keluarga dan Karanganyar Kota sebanyak 863 keluarga.

Seperti diberitakan KRjogja.com, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo meminta kader kesehatan memaparkan kondisi riil daerahnya, terutama tentang sanitasi. Berbekal data itu, Rohadi akan mengarahkan bantuan infrastruktur sanitasi dari berbagai sumber ke lokasi tersebut.

Advertisement