Ribuan Warga Pameungpeuk Garut Terdampak Banjir Bandang

Ilustrasi Situasi Kampung Cimacan Garut pasca banjir bandang 20 September 2016/ Foto:Jun Aditya/KBK

GARUT – Ribuan jiwa warga di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, terdampak banjir bandang yang terjadi pada Kamis (22/9/2022), yang diakibatkan luapan Sungai Cipalebuh dan Sungai Cikaso.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengatakan, banjir bandang di wilayah itu bukanlah kejadian yang pertama. Banjir bandang di Kecamatan Pameungpeuk juga pernah terjadi pada 2020 yang mengakibatkan sekitar 5.000 jiwa warga terdampak.

Menurut dia, salah satu penyebab banjir bandang itu adalah kerusakan alam di wilayah hulu Sungai Cipalebuh dan Sungai Cikaso. Akibatnya, resapan air berkurang.

Namun, urusan rehabilitasi hutan itu merupakan kewenangan banyak pihak, termasuk pemerintah pusat dan provinsi. Sementara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut disebut tak memiliki kewenangan untuk melakukan rehabilitasi kawasan hutan.

“Waktu banjir bandang 2020, Kepala BNPB langsung meninjau lokasi hulu. Beliau mengungkapkan kecewa ada penanaman di wilayah Perhutani,” kata Nurdin, dilansir Republika.co.id.

Ia menyebutkan, rehabilitasi kerusakan itu belum dilakukan secara optimal dan fungsional hingga hari ini. Akibatnya, banjir bandang kembali menerjang wilayah Kecamatan Pameungpeuk.

Nurdin menjelaskan, pihaknya juga telah meminta bantuan kepada BNPB untuk membuatkan tembok tinggi di sisi sungai. Upaya itu dilakukan agar air dari sungai tak lagi masuk ke permukiman ketika ada luapan.

Selain itu, Pemkab Garut juga akan berupaya melakukan relokasi rumah warga yang berada di sisi sungai. Pasalnya, di wilayah sungai itu merupakan daerah padat penduduk.

Berdasarkan laporan dari Kecamatan Pameungpeuk, banjir bandang yang terjadi pada Kamis malam membuat terdapat enam desa terdampak. Wilayah desa yang terdampak adalah Desa Pameungpeuk, Paas, Mandalakasih, Sirnabakti, Bojong Kaler, dan Bojong Kidul. Total warga yang terdampak diperkirakan mencapai 2.175 kepala keluarga (KK) atau 6.783 jiwa.

Selain itu, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas umum di tiga wilayah desa. Wilayah desa yang terdampak kerusakan akibat banjir bandang yaitu Desa Bojong Kaler, Mandalakasih, dan Pameungpeuk.