
NEW YORK – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa para pemimpin Amerika Serikat dan Iran bisa bertemu saat sidang majelis PBB tahunan digelar.
“Saya percaya bahwa mereka bisa datang ke perundingan yang telah dibuat,” kata Macron kepada wartawan setelah mengadakan pertemuan terpisah dengan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani.
“Ada niat yang sama untuk maju dan tidak hanya menemukan ketentuan de-eskalasi, tetapi untuk membangun kesepakatan jangka panjang,” katanya. “Tapi itu tergantung pada keinginan kedua belah pihak.”
Jonah Hull dari Al Jazeera, yang melapor dari PBB, mengatakan telah terjadi kebingungan inisiatif diplomatik oleh para pemimpin dunia untuk membuat apa yang mungkin menjadi pertemuan bersejarah.
Tetapi Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga telah menyatakan bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas minyak Saudi awal bulan ini, dalam suatu langkah yang dapat membahayakan pemulihan hubungan.
Pernyataan bersama, yang dikeluarkan pada hari Senin, hanya berhasil membuat marah para pemimpin Iran, dengan Rouhani menolaknya sebagai “tuduhan tidak berdasar”.
Namun Rouhani masih mau mengadakan pembicaraan terpisah dengan para pemimpin ketiga negara pada hari Selasa di markas PBB.
Namun dia tetap teguh dalam permintaannya bahwa AS harus terlebih dahulu mencabut sanksi keras yang dijatuhkan pada Iran, sebelum dia akan menyetujui pertemuan dengan Trump.
Sebelumnya, dia telah mengindikasikan bahwa dia tidak akan bertemu Trump demi kesempatan berfoto sekalipun, tanpa mendapatkan komitmen bagi AS untuk mencabut sanksi.




