JOMBANG – Rumah Sakit (RS) Hasyim Asy’ari Tebuireng di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang dalam waktu dekat akan beroperasi.
Rencananya, jika tidak ada kendala RS Hasyim Asy’ari yang digagas almarhum KH.Salahuddin Wahid atau Gus Sholah akan beroperasi, pada akhir tahun 2022.
General Manager Wakaf Dompet Dhuafa, Bobby P.Manullang menjelaskan RS Hasyim Asy’ari yang dibangun oleh Dompet Dhuafa dan pesantren Tebuireng pada tahun 2018 kini telah rampung dan siap beroperasi.
“Jika tidak ada kendala akhir tahun ini kita bisa beroperasi sebab sebetulnya secara fisik dan kebutuhan alat kesehatan yang sifatnya mayor itu sudah ada semuanya di rumah sakit ini, hanya saja masih ada beberapa yang perlu kita lengkapi,” jelasnya saat mengecek kesiapan RS Hasyim Asy’ari, Rabu (26/10/2022).
Ia mengatakan RS Hasyim Asy’ari adalah rumah sakit wakaf produktif yang ketujuh oleh Dompet Dhuafa.
Pembangunan rumah sakit ini berawal dari kunjungan almarhum KH.Salahuddin Wahid atau Gus Sholah yang saat itu melihat wakaf produktif Rumah Sakit Terpadu (RST) Dompet Dhuafa, di Parung, Bogor, pada 2016 lalu.
Dari pertemuan itulah yayasan Ponpes Tebuireng mewakafkan satu hektare tanah untuk membangun rumah sakit tersebut.
“Pembangunan 2018 alhamdulillah bisa kita selesaikan 2021 sampai kontruksi utamanya dan memang satu tahun ini kita masih mendetailkan rumah sakit ini sesuai dengan kebutuhan fasilitas yang dipersyaratkan akreditasi RS Hasyim Asy’ari,” ungkapnya.
Menurut dia, pelayanan kesehatan secara umum di RS Hasyim Asy’ari seperti rumah sakit pada umumnya. Namun rumah sakit ini juga fokus memberikan pelayanan kesehatan terutama bagi Dhuafa.
“Artinya rumah sakit nantinya akan memiliki basis pasien itu dari member mustahiq Dompet Dhuafa dibidang kesehatan dan fasilitas BPJS,” terangnya.
Tak hanya itu, santri maupun santriwati juga akan diprioritaskan dalam pelayanan kesehatan di RS Hasyim Asy’ari ini. Tentunya atas rekomendasi pengasuh Ponpes untuk layanan kesehatan bagi santri-santri.

“Pastinya nanti berdasarkan rekomendasi dari pengasuh kita akan menerima santri-santri untuk bisa berobat disini namun bisanya santri itu sudah terfilter difaskes 1 klinik Tebuireng lalu jika ada kebutuhan penanganan tindakan lanjutan baru kita layani disini,” ucap Bobby.
Direktur RS Hasyim Asy’ari, dr. Aria Dewanggana menambahkan kesiapan rumah sakit menjelang beroperasi telah mencapai 90 persen. Saat ini, pihak manajamen kini masih merampungkan izin dari rumah sakit 100 TT tipe C tersebut.
“Kami masih berkoordinasi dengan dinas terkait misalnya PUPR, Dinas Kesehatan dan DLH Jombang terkait izin operasional rumah sakit karena ada beberapa peraturan-peraturan yang perlu kita lengkapi,” ujarnya.
Dikatakannya, pelayanan kesehatan di RS Hasyim Asy’ari berlantai tiga ini meliputi poli gigi, penyakit dalam, klinik bedah, THT, klinik mata, klinik jantung, klinik paru, poli kandungan, klinik anak dan lainnya.
“Kita berharap nanti awal operasional ini bisa diluncurkan layanan dengan spesialis jantung karena memang ada beberapa alat hibah dari Pemprov Jatim untuk dokter spesialis jantung,” pungkasnya.





