
PANDEMI Global Covid-19 dan himpitan ekonomi akibat kemarau panjang serta sanksi embargo yang dikenakan pihak Barat, tidak menyurutkan upaya Korea Utara melakukan uji-uji rudal dan senjata nuklirnya.
Bahkan mengutip media setempat, AP melaporkan, Korut telah melakukan uji coba rudal hipersonik di Toyang-Ri, Provinsi Jagang (29/9). Sebelumnya, pjuga bulan September, Korut melakukan ji coba rudal dari kendaraan berbasis rel (KA) serta rudal anti pesawat udara.
Tidak dirinci lebih jauh terkait berita tersebut, hanya disebutkan tes berjalan sesuai rencana, termasuk hasil uji stabilitas serta karakter peluncuran pada beberapa kali kecepatansuara atau hipersonik.
Disebutkan, suskses peluncuran rudal canggih tersebut merupakan capaian teknologi baru pembuatan rudal yang bisa menciptakan faktor keseimbangan strategis.
Sementara surat kabar Partai Buruh Korut Rodong Sinmun edisi 29 Sept. juga merilis foto rudal dinamai Hwasong-8 tersebut yang dilengkapi sistem pemandu di bagian bawah moncongnya saat melesat vertikal ke udara.
Rudal-rudal Hwasong sejauh ini merupakan seri rudal-rudal pertama denga mesin berbahan bakar cair yang mulai digunakan sejak November 2017Â dari sebelumnya yang menggunakan bahan bakar padat.
Jika betul-betul terjadi, Korut berarti masuk deretan hanya empat negara di dunia yang sedang mengembangkan rudak hipersonik selain Amerika Serikat, Rusia dan China.
Selain Hwasong-8 yang mampu melaju dalam lima kali kecepatan suara (Mach-5) atau hampir 6.000 Km per jam  sehingga sulit dicegat sistem pertahanan rudal lawan, Korut juga mengembangkan  berbagai rudal balistik berjarak pendek mau pun sampai 13.000 Km atau menjangkau daratan AS.
AS sendiri baru-baru ini juga melakukan uji coba rudal hipersonik yang disebut sebagai program Hypersonic Air-breathing Weapon Concept (HAWC)Â yang dikembangkan oleh perusahaan terkemuka di bidang alat-alat pertahanan yakni Ratheon Technology dan Northrop Grumman.
Dipasang di pilon atau rak-rak di bawah sayap pesawat tempur, rudal diluncurkan pada kecepatan Mac-1, lalu setelah mesin sekunder berupa ramp-jet dihidupkan untuk menciptakan akselerasi sehingga kecepatannya meningkat mencapai level hipersonik.
Rudal Zirkon, Rusia
Sementara Rusia, seperti dilaporkan kantor berita TASS baru-baru ini juga telah melakukan sepuluh kali uji coba rudal hipersonik  Zircon , yang diluncurkan dari kapal perang jenis fregat Admiral Goshkov,  mampu melaju pada Mach-7 pada jarak 350 Km dibandingkan target untuk menjangkau 1.000 Km dan kecepatan Mach-9.
China juga tidak ketinggalan, sudah lebih dulu melakukan sejumlah uji coba rudal seri Dong Feng (DF) berkemampuan hipesonik yakni rudal DF-17 khusus untuk melumpuhkan obyek di permukaan laut (termasuk kapal induk).
Rudal DF-17 digadang-gadang tidak bisa dicegat oleh sistem pertahanan anti rudal Terminal High Altitude Area Defence (THAAD), SM-3 dan juga rudal anti rudal Patriot buatan AS.
Di tengah pandemi global Covid-19, sejumlah negara masih saja berlomba-lomba mengembangkan senjata pemusnah massal. Entah mau dibawa kemana dunia ini?




