MOSCOW—Kementerian Pertahanan Rusia menyangkal pernyataan Sekretaris Kementerian Luar Negeri Inggris, Boris Johnson yang menuduh Rusia bertanggung jawab atas serangan konvoi truk kemanusiaan di Aleppo. Serangan tersebut terjadi pada 19 September lalu.
“Tidak ada pesawat rusia di area sekitar konvoi kemanusiaan di Aleppo. Itu adalah fakta,” kata juru bicara kementerian, Mayjen, Igor Konashenkov , seperti dikutip Kantor Berita NAM, Kamis (13/10/2016).
Berdasarkan laporan dari Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, sekitar 20 warga sipil terbunuh dalam serangan udara tersebut. Insiden itu terjadi ketika 18 truk yang membawa bantuan kemanusiaan ke Aleppo tiba-tiba diserang bom yang diluncurkan pesawat udara.
Pada Selasa (11/10) lalu, Johnson di hadapan DPR Inggris mengatakan, ada bukti kuat terkait keterlibatan Rusia dalam serangan tersebut. Ia pun menyerukan protes di depan kedutaan Rusia di London.
Sementara itu, Konashenkov mengatakan, tuduhan Johnson mewakili dari sekian banyak gelombang tuduhan terhadap Rusia sejak 20 September. “Tapi tidak ada satu pun bukti yang mendukung,” tegasnya. Ia pun menantang Johnson untuk membuktikan keterlibatan Rusa dalam insiden itu.




