Rusia Berniat Sudahi Perang Aleppo Sebelum Trump Jadi Presiden

Serangan Udara
Foto: spiegel.de

JAKARTA – Satu barisan dengan pemerintahan Assad, Rusia berencana menghabisi musuh-musuhnya di medan pertempura Kota Aleppo sebelum Donal Trump resmi menjabat Presiden AS.

Namun dalam pertempuaran Suriah, Trum mengatakan akan menarik dukungan terhadap oposisi yang kini masih mendapat dukungan dari Amerika, Arab Saudi, Turki dan Qatar.

“Rusia akan segera menyelesaikan operasi di Aleppo. Ini dilakukan sebelum Trump mengambil alih kursi kepresidenan dari Obama,” kata seorang pejabat senior pro-Assad, seperti dilansir Republika (30/11)

Serangan ke timur Aleppo saat ini merupakan kemajuan sebab wilayah tersebut merupakan pusat pemberontak melawan Presiden Bashar Assad. Jika berhasil mengusir oposisi di timur Aleppo, itu akan menjadi kemenangan terbesar bagi Assad di tengah Perang Suriah.

Rusia dan Iran terus mendukung Assad. Sementara kelompok oposisi terus mengalami kemunduran dalam menghadapi serangan di timur Aleppo. Akibatnya mereka lebih mudah dikalahkan daripada sebelumnya.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean Marc Ayrault mengatakan, Dewan Keamanan PBB harus segera bertemu membicarakan Aleppo.

“Kita harus segera membicarakan hal ini untuk mengakhiri ketegangan di Aleppo dan membiarkan bantuan kemanusiaan masuk ke kota tersebut,” ujarnya.

Menurut PBB, saat ini terdapat 250 ribu penduduk terjebak di medan perang di timur Aleppo. Mereka tak memiliki akses ke dunia luar dan kelaparan. Orang-orang bahkan terpaksa memulung sampah hanya untuk mencari makanan.

Advertisement