MOSKOW – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah setuju untuk menunda konferensi perdamaian di Afghanistan yang direncanakan dilakukan pada September.
Konferensi perdamaian akan diadakan pada bulan September di Moskow, tetapi selama panggilan telepon dengan Lavrov, Ghani mengusulkan untuk menunda itu karena kebutuhan untuk mengembangkan posisi konsolidasi Afghanistan pada masalah ini.
“Presiden IRA [Republik Islam Afghanistan], pada prinsipnya mendukung gagasan pertemuan Moskow, mengusulkan untuk menunda itu karena kebutuhan untuk mengembangkan posisi konsolidasi Afghanistan pada masalah ini, dengan mempertimbangkan perubahan personil yang sedang berlangsung dalam kepemimpinan blok yang berkuasa di Afghanistan, “kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam laman resminya.
Lavrov dan Ghani setuju untuk menetapkan tanggal baru untuk pertemuan melalui saluran diplomatik.
Dalam pernyataan resmi dari Kabul, Presiden Mohammad Ashraf Ghani dikatakan telah memanggil Moskow untuk upaya perdamaian di Afghanistan, tetapi juga menekankan bahwa setiap perundingan harus menjadi proses yang dimotori Afghanistan dan Afghanistan.
“Dalam percakapan lewat telepon, presiden negara itu memuji upaya yang dilakukan oleh teman-teman regional dan internasional Afghanistan, terutama Federasi Rusia menuju perdamaian abadi di Afghanistan dan mengatakan bahwa rencana perdamaian yang dipresentasikan pada Konferensi Kabul Proses kedua telah digariskan dalam konsultasi dengan berbagai segmen masyarakat dan dengan dukungan masyarakat internasional dan rencana tersebut telah mendefinisikan semua prinsip dasar untuk perdamaian yang berkelanjutan di negara ini, ”katanya.
“Dalam percakapan lewat telepon, diputuskan untuk menunda konferensi Moskow sehingga kedua negara dapat berkoordinasi pada persiapan lebih lanjut dan keefektifan proses,” tambahnya, dikutip Anadolu.





