Rusia dan AS Memveto Pernyataan Eropa Terkait Operasi Turki di Suriah

Ilustrasi sidang DK PBB/ foto: Anadolu Agency

NEW YORK – Rusia dan Amerika Serikat telah menggunakan kekuatan veto mereka di Dewan Keamanan PBB untuk menolak pernyataan Eropa terhadap invasi Turki ke Suriah utara.

Dewan mengadakan pertemuan tertutup pada hari Kamis (10/10/2019) untuk membahas serangan militer Ankara, yang dimulai pada hari Rabu meskipun ada peringatan luas dari para pemimpin dunia.

Moskow dan Washington punya alasan sendiri untuk memveto pernyataan oleh lima anggota Eropa yakniPrancis, Jerman, Belgia, Inggris, dan Polandia yang menyerukan pertemuan itu untuk mengakhiri aksi militer bilateral.

Dalam sebuah pernyataan bersama setelah diskusi, Eropa meminta Ankara untuk menghentikan aksi militer sepihak, memperingatkan bahwa serangan itu mengancam kemajuan.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan, sebagaimana dilansir Press TV, negaranya hanya akan mendukung gerakan DK PBB yang menangani masalah yang lebih luas, termasuk kehadiran pasukan asing di Suriah.

Duta Besar AS Kelly Craft, juga mengatakan kepada wartawan bahwa  Presiden AS Donald Trump telah menjelaskan Washington tidak mendukung tindakan Turki.

Pertemuan DK PBB terjadi sehari setelah Turki meluncurkan Operation Peace Spring, yang ketiga dalam serangkaian operasi lintas perbatasan di Suriah utara.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengklaim bahwa serangan itu hanya menargetkan para militan yang berafiliasi dengan Daesh serta milisi Kurdi yang disebut Unit Perlindungan Rakyat (YPG) untuk membangun wilayah aman Turki di sana.

Ankara mengatakan YPG secara efektif adalah militer sayap Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang. YPG juga membentuk tulang punggung dari apa yang disebut Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang menguasai banyak wilayah utara Suriah.

Turki, menurut Erdogan, sedang berusaha membangun zona aman untuk memukimkan jutaan pengungsi di sana.

Advertisement