spot_img

Rusia Siap Menjadi Penengah Pembicaraan Damai Israel-Palestina

MOSKOW – Tahun ini Rusia kembali berencana menjadi penengah pembicaraan langsung antara Israel dan Palestina.

Pada September tahun lalu, Rusia berencana untuk menjadi penengah, namun gagal setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan untuk tidak datang ke Moskow.

“Pada September lalu kami siap menerima para pemimpin Israel dan Palestina di Moskow, dan kami saat ini kembali siap ketika mereka dapat mengkonfirmasi kesiapan mereka,” kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, seperti dilansir Tass pada Jumat (13/1).

Dia menekankan perlunya pembicaraan langsung antara Israel dan Palestina untuk mencapai penyelesaian damai yang sudah terlalu lama tertunda.

Lavrov juga mencatat, Rusia secara tradisional memiliki sikap pada penyelesaian Timur Tengah yang didasarkan pada keputusan Dewan Keamanan PBB. “Kami tahu posisi ini sangat baik,” tambahnya.

 

Sementara itu, sejauh ini baru Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang sudah menyampaikan kesediaan untuk melakukan pembicaraan itu. “Mahmoud Abbas telah menyatakan kesiapannya untuk ambil bagian dalam pembicaraan tersebut di Moskow, dan kami mengkonfirmasinya,” kata Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat.

 

Terkait upaya damai Palestina-Israel, pada akhir ini Prancis akan menggelar konferensi perdamaian Timur Tengah. Sejumlah negara, termasuk Indonesia sudah memastikan akan terlibat dalam pertemuan itu.

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles