Arcahaie– Kerusuhan terjadi di sebuah penjara di Haiti dan menyebabkan lebih dari 100 narapidananya melarikan diri.
Sebelumnya, napi yang kebanyakan tanpa alas kaki iniĀ melumpuhkan para penjaga dan melarikan diri dari sebuah penjara di Haiti.
Seperti dikutip Guardian dari laporan Associated Press dan Reuters, Minggu (23/10/2016), peristiwa terjadi di Arcahaie, kota pesisir sekitar 50 km utara ibukota Haiti, Port-au-Prince. Hakim Henry Claude Louis-Jean mengatakan salah seorang penjaga tewas dan beberapa lainnya luka-luka.
Para narapidana mencuri senjata yang belum diketahui jumlahnya. Mereka juga terlibat baku tembak dengan polisi di tengah suasana kacau-balau selama pelarian. Peristiwa terjadi setelah mereka hendak pergi dari mandi.
Penjara Haiti terkenal penuh sesak, dan banyak napi menghabiskan waktu bertahun-tahun sebelum sidang pengadilan. Belum diketahui berapa jumlah pasti tahanan yang melarikan diri dari Arcahaie.
Menteri Kehakiman Haiti Camille Edouard Junior berkata, seorang tahanan meninggal setelah jatuh dari dinding dan kepalanya terbentur dalam pelarian.
“Satu polisi tewas terbunuh saat insiden. Tiga tahanan terluka, termasuk satu yang meninggal karena luka-luka,” kata Edouard.
Polisi meminta warga di kawasan pesisir Haiti untuk mengikuti instruksi pemerintah selama pengejaran dilakukan. Tapi tidak jelas apa sudah ada napi yang ditangkap kembali hingga Sabtu 22 Oktober sore.
Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) menyarankan semua warganya untuk menghindari daerah itu selama narapidana belum tertangkap.




