
Jakarta, KBKNews.id – Saat flu, batuk, atau hidung mampet menyerang, banyak orang langsung memperbaiki pola makan. Logikanya sederhana: semakin bergizi makanan yang dikonsumsi, semakin cepat tubuh pulih. Maka buah, susu, telur, hingga makanan fermentasi sering jadi pilihan utama.
Namun dalam praktiknya, tidak semua makanan bernutrisi bekerja selaras dengan kondisi saluran pernapasan yang sedang meradang. Pada situasi tertentu, sebagian jenis makanan justru dapat memicu iritasi, memperbanyak lendir, atau memperpanjang rasa tidak nyaman di tenggorokan.
Berikut sejumlah makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan saat batuk dan pilek masih aktif.
1. Olahan Susu
Susu dan turunannya dikenal sebagai sumber protein dan mineral penting. Meski demikian, ketika tubuh sedang melawan infeksi pernapasan, produk susu kerap menimbulkan sensasi “berat” di tenggorokan.
Pada sebagian orang, konsumsi susu dapat membuat lendir terasa lebih kental dan sulit dikeluarkan. Kondisi ini makin terasa pada individu dengan intoleransi laktosa atau sensitivitas protein susu, yang dapat memicu peradangan ringan hingga refluks asam—dua faktor yang sering memperparah batuk.
2. Hidangan Terlalu Pedas
Rasa pedas memang sering membuat hidung terasa lebih lega sesaat. Efek ini berasal dari senyawa aktif pada cabai yang merangsang saraf di rongga hidung.
Namun ketika tenggorokan sedang meradang, rangsangan tersebut justru bisa berbalik menjadi masalah. Makanan pedas berpotensi menyebabkan tenggorokan terasa panas, kering, dan memicu batuk refleks, terutama jika dikonsumsi berlebihan saat kondisi tubuh belum pulih.
3. Kerang dan Seafood Bercangkang
Kerang mengandung berbagai mineral penting yang mendukung imunitas. Meski begitu, jenis makanan ini juga dikenal mampu merangsang pelepasan histamin di dalam tubuh.
Histamin berperan dalam reaksi imun, tetapi kadar yang terlalu tinggi dapat menyebabkan hidung semakin berair, tenggorokan terasa gatal, dan produksi lendir meningkat. Saat pilek, ketika sistem imun sedang aktif bekerja, konsumsi kerang bisa membuat gejala terasa lebih mengganggu.
4. Buah dengan Rasa Sangat Asam
Jeruk dan buah citrus lainnya sering dijadikan andalan saat flu karena kandungan vitamin C-nya. Namun, tingkat keasaman yang tinggi dapat menjadi masalah tersendiri ketika tenggorokan sedang sensitif.
Pada kondisi sakit tenggorokan atau refluks lambung—yang kerap muncul bersamaan dengan batuk—buah asam dapat memicu rasa perih, suara serak, hingga batuk yang sulit berhenti.
5. Telur
Telur merupakan sumber protein yang sangat baik dan mudah diolah. Tetapi pada sebagian orang, konsumsi telur saat sakit dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di tenggorokan atau hidung tersumbat.
Cara pengolahan juga berpengaruh. Telur yang digoreng atau dimasak dengan banyak minyak berpotensi memicu naiknya asam lambung, yang kemudian memancing batuk, terutama pada malam hari.
6. Makanan Hasil Fermentasi
Acar, kimchi, dan makanan fermentasi lain sering dipuji karena kandungan probiotiknya. Namun, makanan ini juga menyimpan kadar histamin yang cukup tinggi.
Bagi orang yang sensitif, histamin dari makanan dapat memperparah hidung berair, tekanan di area sinus, dan iritasi tenggorokan. Akibatnya, batuk dan pilek terasa lebih lama sembuh.
7. Sajian Dingin
Minuman es dan makanan dingin memang terasa menyegarkan. Akan tetapi, suhu dingin dapat membuat otot tenggorokan berkontraksi dan meningkatkan kepekaan saraf pernapasan.
Pada kondisi tenggorokan yang sudah teriritasi, paparan dingin bisa memicu batuk refleks dan rasa tidak nyaman yang bertahan lebih lama.
Dengarkan Sinyal Tubuh
Penting dipahami reaksi terhadap makanan sangat bergantung pada kondisi dan sensitivitas masing-masing individu. Namun saat batuk dan pilek, pendekatan paling aman adalah memilih makanan yang hangat, lembut, dan minim pemicu iritasi.
Seorang pakar nutrisi klinis menyebutkan, pada fase sakit, kenyamanan saluran napas sama pentingnya dengan nilai gizi makanan itu sendiri. Sup hangat, bubur, atau minuman hangat tanpa asam sering kali menjadi pilihan terbaik hingga tubuh benar-benar pulih.




