JAKARTA, KBKNews.id – Dalam kehidupan, tak jarang kita menghadapi berbagai kesulitan yang terasa berat dan membingungkan. Saat itu, kita diajarkan untuk kembali kepada Allah SWT melalui doa.
Doa menjadi wujud ketundukan dan keimanan, sebagai cara memohon pertolongan agar urusan hidup dimudahkan.
Salah satu doa yang dianjurkan ketika menghadapi kesulitan adalah doa Nabi Musa As. Dalam berbagai momen penuh tekanan, beliau memanjatkan doa-doa penuh makna yang bisa menjadi tuntunan bagi kita semua.
1. Doa untuk Memohon Kemudahan
Ketika ditugaskan menghadapi Firaun, Nabi Musa memohon kepada Allah agar dilapangkan dadanya dan dimudahkan urusannya. Doa ini tercantum dalam QS Thaha ayat 25–28:
رَبِّ ٱشْرَحْ لِى صَدْرِى وَيَسِّرْ لِىٓ أَمْرِى وَٱحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِى يَفْقَهُوا۟ قَوْلِى
“Rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul ‘uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī.”
Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”
Doa ini sangat dianjurkan dibaca ketika seseorang merasa gugup, tertekan, atau hendak berbicara di depan umum.
2. Doa untuk Memohon Keselamatan
Dalam situasi genting saat melarikan diri dari Firaun, Nabi Musa berdoa agar dilindungi dari orang-orang zalim. Doa ini terdapat dalam QS Al-Qashash ayat 21:
فَخَرَجَ مِنْهَا خَآئِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
“Fa kharaja min-hā khā`ifay yataraqqabu qāla rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn.”
Artinya: “Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa, ‘Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu’.”
Doa ini dapat dibaca ketika seseorang merasa terancam, baik secara fisik maupun mental.
3. Doa untuk Memohon Kebaikan
Saat berada dalam keadaan lelah dan penuh kebutuhan, Nabi Musa tetap berserah diri kepada Allah dan memohon kebaikan-Nya, sebagaimana tercatat dalam QS Al-Qashash ayat 24:
فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
“Fa saqā lahumā ṡumma tawallā ilaẓ-ẓilli fa qāla rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr.”
Artinya: “Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, ‘Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku’.”
Doa ini sangat relevan bagi siapa pun yang tengah berada dalam kondisi sulit dan berharap bantuan dari Allah.
Dengan membiasakan diri mengamalkan doa-doa ini, kita tak hanya memperkuat hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga menanamkan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi hamba-Nya yang berserah diri.




