Sahabat Saleh Bisa Jadi Investasi Akhirat, Lho!

Ilustrasi salat berjamaah, Foto: newsmedia

JAKARTA – Apakah kamu tahu bahwa salah satu investasi untuk kehidupan akhirat yang perlu kita lakukan selama hidup di dunia adalah memiliki sahabat yang saleh? Rasulullah telah memberikan perumpamaan yang sangat baik tentang sahabat yang baik dan buruk.

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Mengapa teman atau sahabat yang saleh dikatakan sebagai investasi akhirat? Salah satunya adalah karena mereka dapat menjadi pemberi syafaat bagi sahabat-sahabatnya semasa hidup di dunia dulu.

“Demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, salat, dan juga haji.”

Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.

Para mukminin inipun mengeluarkan banyak saudaranya yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.

Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”

Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”

Maka, dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, “Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR Muslim)

Mari kita introspeksi diri, sudah berapa banyak sahabat saleh yang kita miliki? Apakah kita telah tergabung di komunitas orang-orang baik?

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here