Sakit, Warga Pulau Enggano Kesulitan Berobat karena Transportasi Lumpuh

Ilustrasi jalan di Pulau enggano/ BKKBN

BENGKULU – Seorang warga Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Ramaldi Kaahoa, telah menderita menahan sakitnya beberapa pekan karena alat transportasi di wilayahnya lumpuh.

Selama hampir tiga pekan ia tak dapat berobat ke rumah sakit, ia seharusnya dirujuk ke rumah sakit yang berada di Bengkulu,  namun kapal yang biasa melayani masyarakat Enggano ke Kota Bengkulu, sedang dalam masa perawatan.

Biasanya, kapal laut melayani masyarakat Pulau Enggano ke Kota Bengkulu sebanyak dua kali seminggu. Namun saat ini pelayaran berhenti total.

Pemerintah pun akhirnya mengirimkan kapal perintis yang melayani pelayaran dua minggu sekali. Ramaldi sempat dirawat di RSUD M Yunus Kot Bengkulu namun meninggal dunia pada Rabu (2/3/2017) malam.

Kini, untuk memakamkan jenazahnya pun harus menunggu kapal terlebih dahulu, “Semalam pak Ramaldi meninggal dunia dalam perawatan RSUD M. Yunus, Kota Bengkulu, rencana akan dimakamkan di Bengkulu. Jika mau dimakamkan di Pulau Enggano, hari ini belum ada jadwal keberangkatan kapal,” kata Kepala Suku Kaitora, Raffly Zen Kaitora, Kamis (2/3/2017), dikutip dari Kompas.com.

Dengan kepergian Ramaldi menurut Rafli keluarga sudah ikhlas, ia hanya berharap, pemerintah lebih memperhatikan kondisi pelayanan kesehatan di Pulau Enggano, termasuk jalur moda transportasi.

Camat Enggano, Marlansius, mengungkapkan, wilayahnya membutuhkan tambahan tenaga dokter, perawat, dan fasilitas. “Saat ini, dokter ada satu, melayani lima desa, dan beberapa bidan, ini dirasa sangat kurang, termasuk kebutuhan akan fasilitas pengobatan,” ujarnya.

 

 

 

Advertisement