
SUHU di politik nasional terus memanas menjelang tahap debat capres dan cawapres sebanyak lima kali (tiga kali oleh ketiga capres dan dua kali oleh ketiga cawapres), sedngkan debat perdana dijadwalkan Selasa (12/12) untuk pemaparan visi dan misi masing-masing.
Setelah sempat muncul polemik, akhirnya KPU memutuskan, kelima debat dihadiri oleh paslon capres dan cawapres masing-masing sebagai pendamping, namun saat sesi debat capres, cawapres hanya bisa memberikan masukan, begitu pula saat debat cawapres, capres hanya memberikan masukan.
Pendukung paslon tertentu semula mencurigai, format tersebut sengaja dibuat atas permintaan paslon lain karena merasa cawapresnya tidak mampu berdebat sehingga perlu didamping capres.
Sindir-menyindir antara paslon juga sempat muncul, misalnya cawapres paslon No. urut 2 Gibran Rakabuming Raka menilai komputer yang digunakan siswa SMK di Jawa Tengah saat dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo yang sekarang jadi capres no.urut 3 jadul.
Ganjar pun dengan santai merespons kritik tersebut dengan mengatakan, dengan komputer jadul saja anak-anak SMK di Jateng laku di pasar kerja, dan senang saja dikritik, selain ia juga menilai, Gibran mampu berdebat, tidak seperti dibayangkan orang. “Jadi agak (berbau) fitnah, kalau beliau (GUbran) dianggap tidka mampu berdebat, “ tuturnya.
Lain lagi dengan capres no urut 1, Anies Baswedan yang mengatakan tidak perlu berjoget seperti yang sering dilakukan capres No. urut 2, Prabowo, karena yang akan ia tawarkan pada rakyat adalah gagasan untuk membangun Indonesia.
“Kalau ada gagasan tak perlu joget, “ ujar Anies, sebaliknya Prabowo yang disindir menimpali, apa yang salah dengan joget yang dilakukannya . “Kalau ada gagasan, mau joget, apa nggak boleh?”, ujarnya seraya meminta orang yang mengritiknya, lebih dulu memahami gagasan yang dibawanya sebelum berkomentar.
Debat yang digelar lima kali terdiri dari tiga kali capres dan dua kali cawapres dari masing-masing tiga pasangan capres dan cawapres pada Pemilu 2024 dengan topik berbeda.
Pada jadwal debat pertama (untuk capres), Selasa, 12 Desember 2023 tema debat terkait isu hukum, HAM, pemerintahan, pemberantasan korupsi dan penguatan demokrasi.
Sedangkan tema debat kedua (cawapres), Jumat 22 Des. terkait isu hankam, geopolitik dan hubungan int’l, sementara debat ketiga (untuk capres), Minggu, 7 Jan. 2024 bertemakan isu ekonomi (kerakyatan dan digital), kesejahteraan sosial, investasi, perdagangan, pajak, keuangan pengelolaan APBN dan APBD serta infrastruktur.
Debat keempat untuk cawapres, Minggu 21 Jan. 2024 mengupas isu energi, SDA, pangan, pajak karbon, lingkungan hidup, agraria dan masyarakat adat, sedangkan debat kelima, Minggu 4 Feb. membahas isu teknologi informasi, peningkatan pelayanan publik, hoaks, intoleransi, pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan.
Yang perlu disadari capres atau cawapres, ajang debat hanya lah salah satu bagian untuk menegaskan komitmen atas janji-janji kampanye mereka pada rakyat yang akan diuji dan dibuktikan saat mereka memenangi pilpres nanti.
Debat bukanlah lomba pidato yang cukup dinilai narasinya yang paling runut, menggunakan istilah-istilah yang keren gaya orasi yang memukau dan elegan saja.
Orang tentu akan menilai track record si pembicara, apa yang dilakukan di masa sebelumnya, sebelum meyakini apakah yang dijanjikannya kira-kira masuk akal dan akan ditepatinya.
Ke depan, setiap jabatan hendaknya perlu ada laporan pertanggungjawabannya, minimal secara moral, agar calon pemimpin tidak mudah menebar janji, tanpa beban apa-apa jika tidak menepatinya.




