JAKARTA (KBK)– Warga Kampung Aquarium, Luar Batang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara yang rumahnya digusur membangun mushalla di atas puing-puing bekas penggusuran.
Pembangunan rumah ibadah itu dimulai sejak Sabtu (30/4/2016).
Sebelumnya tanah yang di bangun musholla tersebut merupakan mushalla yang juga tergusur pada Senin (11/4) lalu.
“Dulu namanya Al-Ikhlas. Sekaran kami beri nama Al-Jihad,” Ujar Ahmad Sulaiman, Ketua Mushalla Al-Jihad kepada KBK, Sabtu (30/4/2016).
Dikatakannya, alasan warga kembali membangun mushalla karena warga butuh sarana beribadah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.
“Kami akan tetap tinggal di sini. Selama menunggu keputusan atas tuntutan kami, maka kami dirikan mushalla sementara,” jelasnya.
Ahmad menjelaskan, warfa akan tetap mempertagankan Mushalla Al-Jihad jika suatu saat pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggusur musholah tersebut.
“itu hak mereka. Tapi kewajinan kami untuk pertahankan,” pungkasnya.
Menurut pantauan KBK, hingga saat ini masih ada ratusan kepala keluarga yang masih bertahan di tenda pengungsian, aula luar batang dan perahu. Alasan warga bertahan karena ingin menuntut ganti rugi atas hak bangunan yang digusur Pemprov DKI Jakarta.





