Sanksi AS Hambat Bantuan Kemanusiaan Masuk ke Daerah Terdampak Banjir Bandang di Iran

Banjir landa Iran, puluhan tewas/ Anadolu

TEHERAN – Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa sanksi-sanksi yang diberlaukan AS telah menghadang bantuan kemanusiaan masuk untuk di daerah-daerah Iran yang dilanda banjir.

“Langkah AS untuk memblokir bantuan kemanusiaan internasional bagi mereka yang terkena dampak banjir adalah kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Rouhani pada Rabu (3/4/2019), dalam pertemuan dengan sejumlah menteri, kepala departemen eksekutif, pejabat dan anggota parlemen pada kesempatan peringatan Isra Mi’raj.

Press TV melaporkan, Rouhani meminta Kementerian Luar Negeri Iran dan badan hukum negara untuk menyelesaikan masalah melalui  hukum.

Dia mengatakan, bahkan orang Iran yang tinggal di luar negeri tidak dapat mengirim bantuan mereka kepada sesamanya karena sanksi Washington.

Puluhan orang telah tewas dan ratusan lainnya terluka dalam beberapa hari terakhir akibat banjir bandang setelah hujan lebat menghantam sebagian besar Iran.

Iran telah mengumumkan keadaan darurat di beberapa provinsi yang terancam oleh banjir dan memerintahkan puluhan ribu orang untuk mengungsi dari rumah mereka.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi mengatakan pada hari Selasa bahwa AS telah membekukan rekening Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran sebagai bagian dari sanksi terhadap rakyat Iran, sehingga mencegah negara-negara lain mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang di daerah yang dilanda banjir Iran.

“Mengingat bahwa rekening Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran telah diblokir [karena sanksi AS], tidak ada warga negara asing atau warga negara Iran yang tinggal di luar negeri yang dapat mengirim bantuan bantuan kepada orang-orang yang dilanda banjir,” Qassemi mengatakan kepada IRNA.

 

Advertisement