WASHINGTON – Presiden Donald Trump menandatangani sebuah sanksi baru bagi Iran yang menarget kepemimpinan negara itu.
“Sanksi yang diterapkan melalui perintah eksekutif yang akan saya tandatangani ini, akan menutup akses untuk Pemimpin Tertinggi dan Kantor Pemimpin Tertinggi serta mereka yang berafiliasi erat dengannya dan kantornya, ke sumber keuangan utama dan dukungan,” tandas Trump, dilaporkan VOA.
Trump memerintahkan sanksi baru diberlakukan Senin (24/6/2019) menyusul laporan akhir pekan bahwa AS meluncurkan serangan cyber pada komputer yang digunakan oleh intelijen Iran.
Pemerintah menarget sanksi terhadap otoritas tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, dan menuduhnya sebagai penyebab perilaku bermusuhan rezim itu.
Tetapi beberapa pengamat mempertanyakan keefektifan sanksi tersebut, mengingat tidak mungkin Khamenei akan menggunakan wahana keuangan di bawah yurisdiksi Amerika.
Menterti Keuangan AS, Steven Mnuchin mengatakan, “Kepada pihak yang mengatakan ini hanya simbolis, hal itu tidak benar. Kami benar-benar telah mengunci puluhan miliar dolar aset Iran. Sanksi ini akan datang bersama dengan entitas tambahan di mana orang menyembunyikan uang. Jadi tidak, sanksi-sanksi ini sangat efektif. ”





