PASAMAN BARAT – Dompet Dhuafa Singgalang terus berusaha #BerkolaborAksi bersama rekan-rekan komunitas untuk membantu penyintas gempa Pasaman.
Kali ini bersama Komunitas Lintas SLTA Se-Kota Padang (SAPA) Angkatan 1994.
Dedy Salman, Divisi Humas dan Informasi SAPA ’94 mengatakan sebagai bentuk kepedulian SAPA kepada korban terdampak Gempa Pasaman Barat.
“Donasi yang kami salurkan terdiri dari obat-obatan, nantinya sangat diperlukan oleh para penyintas di tenda pengungsian. Ada obat diare, obat batuk demam diitambah dengan multivitamin, madu, habbatussauda, popok orang dewasa, makanan siap saji yaitu bubur ayam seduh dan minuman susu energi serta paket family kit lainnya,” tutur Dedy, dalam keterangan tertulisnya.
.
“Dengan kolaborasi ini, kami berharap donasinya bisa langsung disalurkan untuk penyintas Gempa Pasaman Barat, yang sangat membutuhkan terutama obat-obatan,” kata Deny.
SAPA hadir sejak 1994, Zulheri Rani, SE,. MPA (Alumni SMA 3 Padang) dilantik menjadi Ketua Umum hingga sekarang, Sri Mardiyanti Amri (Alumni SMA 3 Padang) dilantik sebagai Bendahara dan Ira (Alumni SMA 8) dilantik menjadi Sekretaris. Dengan kesolidan kepengurusan, di awal-awal kehadiran SAPA ’94 sukses mengadakan kegiatan aksi membersihkan Pantai Padang di tahun 2018 dan 3 tahun lalu SAPA bekerja sama dengan RS Unand melaksanaan operasi bibir sumbing gratis.
Terbentuknya SAPA ‘94 secara resmi, diawali terlebih dahulu dengan kegiatan aksi sosial SAPA ‘94 terhadap korban bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di Kabupaten Solok Selatan pada 13 feb 2016.
Dan sekarang ini ditahun 2022, Kab. Pasaman dan Kab. Pasaman Barat mendapat musibah bencana alam. SAPA ‘94 kembali ikut peduli untuk membantu saudara kita disana dengan berkolaborasi dengan Dompet Duafa Singgalang.
Ketua Umum SAPA’ 94, Zulheri Rani mengatakan SAPA adalah organisasi non profit dan sebagai wadah berkumpul sama kawan samo gadang (teman sama besar atau se usia). “Kami mencoba untuk menanamkan sikap kepedulian untuk negeri walaupun tidak berbuat banyak namun ini wujud kepedulian kita,” kata Zulheri.
Wadah SAPA terbentuk berkat keinginan untuk berkumpul dan bertemu kawan lama. Maka dimulai dengan perbincangan melalui group WhatsApp dan ruang beranda Facebook, kemudian berlanjut dengan kopi darat beberapa orang. “SAPA hadir Sebagai wadah silaturahmi seluruh Alumni SLTA se-Kota Padang tamatan Tahun 1994,” sambungnya.
“SAPA ‘94 yang awalnya hanya bertujuan untuk “bakumpua jo kawan samo gadang” akhirnya lebih banyak mengarah kepada kegiatan sosial hal ini kembali terlihat pada 21 Feb 2016, kami melakukan kegiatan sosial lagi dengan menyalurkan bantuan ke Pasaman yang mana saat itu juga mendapat musibah bencana alam,” imbuh Zulheri.
Dedi Salman selaku Humas SAPA ’94 menyampaikan guna meringankan beban saudara penyintas Gempa Pasaman Barat, SAPA melalui Dompet Dhuafa Singgalang menyalurkan donasi bantuan berupa obat-obatan, makanan dan pakaian layak pakai.
“Kami juga memberikan santunan yang dikumpulkan dari kawan-kawan SAPA ‘94. Walaupun kami tidak dapat berbuat banyak namun kami ikut berpartisipasi dalam membantu saudara kita yang mendapat musibah,” kata Dedi.
“Dan ibu-ibu di SAPA ‘94 memiliki group arisan “Kartini” yang aktif dalam aksi sosial seperti kegiatan Jumat Barokah dan kegiatan lainnya,” tambah Dedy.
“Semoga kami alumni 94 ini semakin solid dan kompak. Sehingga kedepannya akan banyak kerjasama yang bisa kita kolaborasikan dengan Dompet Duafa Singgalang,” kata Sri Mardiaty Bendahara SAPA saat penyerahan bantuan untuk penyintas Gempa Pasaman Barat dan Pasaman kepada Dompet Duafa Singgalang, Rabu (16/03/2022).
Novil Oksan Putra, Supervisor Fundraising DD Singgalang, mengucapkan terimakasih atas sinergi kolaborasi ini. “Semoga donasi ini bermanfaat bagi penyintas, terimakasih kepada SAPA ‘94 atas sinergi KolaborAksi kebaikannya,” Kata Novil.





