JAKARTA, KBKNEWS.id – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispangtan) Kota Solo menyarankan sapi pemakan sampah di TPA Putri Cempo dikarantina terlebih dahulu sebelum dijadikan hewan kurban Iduladha.
Meski begitu, dinas memastikan pengawasan kesehatan hewan di kawasan tersebut rutin dilakukan setiap tahun.
Kepala Bidang Veteriner Dispangtan Solo Agus Sasmito mengatakan pihaknya selama ini melakukan langkah pencegahan penyakit melalui pemberian disinfektan, pengobatan, obat cacing hingga vaksinasi terhadap ternak di kawasan TPA Putri Cempo.
“Kita tidak ada perhatian khusus di sana. Kita setiap tahun rutin kegiatan pencegahan penyakit hewan di sana. Pemberian disinfektan, pengobatan, obat cacing, kemudian vaksinasi,” kata Agus, Rabu (20/5/2026).
Menurut Agus, populasi sapi di kawasan Putri Cempo kini juga sudah jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, ia tetap menyarankan sapi yang selama ini mengonsumsi sampah tidak langsung dipotong untuk kurban tanpa proses karantina.
“Kita sarankan untuk dikarantina. Tetapi karantina itu tidak memberikan efek ke hewannya itu. Karena maaf pemakan sampah itu kan sudah berlangsung lama dan tidak mengurangi jumlah residu di dalam daging sapi itu sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dispangtan Solo Wahyu Kristina mengatakan pihaknya telah menurunkan 80 tim pemeriksa hewan kurban yang tersebar di lima kecamatan. Tim tersebut bertugas memeriksa kondisi kesehatan hewan di lokasi penjualan kurban.
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan vaksinasi untuk mencegah penyakit menular dan memastikan hewan yang disembelih dalam kondisi sehat.
Pemerintah Kota Solo juga memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban yang masuk dan keluar wilayah kota menjelang Iduladha.





