Sebagian Kota Bangkok Diperkirakan Tenggelam pada 2030

Ilustrasi Banjir di Thailand / AFP

BANGKOK –  Para ahli lingkungan memperkirakan kota Bangkok mungkin akan tenggelam dalam waktu 10 tahun ke depan, ditengah persiapan Bangkok untuk menjadi tuan rumah konferensi perubahan iklim yang akan dimulai Selasa (4/9/2018).

Bangkok, yang tadinya dibangun diatas tanah yang hanya satu setengah meter diatas permukaan laut, diperkirakan akan menjadi salah satu kawasan perkotaan yang paling menderita, selain Jakarta dan Manila.

“Hampir 40 persen Kota Bangkok akan terendam air menjelang 2030 karena curah hujan yang ekstrem dan perubahan pola cuaca, kata laporan Bank Dunia, dilansir AFP.

Kota Bangkok kini sedang tenggelam dengan kecepatan satu sampai dua sentimeter per tahun, dan ada bahaya kota itu akan dilanda banjir hebat dalam waktu dekat, kata Tara Buakamsri dari Greenpeace.

Permukaan laut di Teluk Thailand naik empat milimeter per tahun diatas kenaikan rata-rata global, dan kata Buakamsri, kota itu sebagian besar sudah berada dibawah permukaan laut.

Pada 2011, musim hujan menimbulkan banjir terparah ketika seperlima bagian kota itu terendam air. Kawasan bisnis di kota itu bisa diselamatkan dengan pembangunan tanggul-tanggul dengan cepat. Tapi banyak bagian pesisir Thailand menderita kerugian besar dan jumlah korban tewas menjelang akhir musim hujan tahun itu mencapai 500 orang.

Banyaknya pembangunan gedung-gedung bertingkat tinggi ikut menyumbang tenggelamnya kota itu, dan banyak pakar mengatakan Bangkok telah menjadi korban pembangunannya sendiri.

Sementara  pakar iklim di Universitas Chulalongkorm, Suppakorn Chinvanno mengatakan tambak-tambak udang dan pengembangan budidaya perikanan, yang seringkali merusak hutan bakau yang melindungi garis pantai dari ombak laut, telah mengakibatkan erosi di pantai yang dekat dengan Kota Bangkok.

Menurutnya Bangkok bisa terjepit oleh naiknya permukaan laut di selatan dan banjir yang disebabkan hujan di bagian utara negara itu.Kota

Advertisement