Sebagian Wilayah Aceh Masih Gelap Gulita

Sebagian wilayah Aceh, bahkan di ibu kota Banda Aceh, listrik maih padam, selain pasokan aiara bersih yang kurang serta akses interet (foto: Burak via Peksel)

MIGGU (7/12) atau lima hari sudah berlalu, namun janji Menteri Energi da Sumberdaya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, listrik di seluruh Provinsi Aceh akan menyala lagi belum terbukti.

Bahkan selain di Provinsi Aceh, di sebagian wilayah di Provinsi Sumatera Utara da Sumatera Barat yang juga terdampak banjir sejak 27 November lalu masih mengalami pemadaman.

Tak hanya di kawasan pelosok, listrik juga masih padam di sebagian kawasan ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh, sementara warga juga masih kesulitan amendapatkan air bersih dan akses internet.

Di sela meninjau jembatan bailey Teupin Mane, Kab. Bireuen, Aceh, Minggu, Prabowo menanyakan kepada Bahlil soal kapan listrik bisa beroperasi untuk penerangan.

“Lampu bisa cepat menyala lagi?” tanya Prabowo di sela memberikan keterangan di lokasi. “Malam ini nyala, Pak, semua, malam ini,” jawab Bahlil dengan yakin.

Presiden Prabowo Subianto meminta maaf jika beberapa kebutuhan masyarakat korban banjir bandang dan tanah longsor belum terpenuhi, termasuk aliran listrik yang belum sepenuhnya menyala di area Aceh Tamiang.

Permintaan maaf ini disampaikannya kepada para pengungsi di Desa Sukajadi, Karang Baru, Aceh Tamiang, Jumat (12/12).

Kepala Negara memastikan, pemerintah akan membantu dan berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah akan turun membantu semuanya, saya minta maaf kalau masih ada yang belum, kita sedang bekerja keras, mungkin listrik yang belum ya,,” kata Prabowo, kepada korban pengungsian, Jumat.

Prabowo juga bertanya mengenai kepastian listrik menyala kepada Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi yang menyebutkan, listrik secara bertahap sudah mulai menyala.

Sebagian RS sudah Berfungsi

Sementara Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, mengungkapkan, Jumat (12/12), 41 RS di 18 kabupaten/ kota di Provinsi Aceh kini sudah mulai beroperasi usai diterjang  banjir bandang dan longsor.

Budi menyampaikan rencana pada tahap berikutnya, yakni mengoperasikan kembali puskesmas di Aceh.

“Tahap berikutnya adalah mengoperasikan kembali 309 Puskesmas di 18 Kabupaten/Kota, 39 di antaranya belum beroperasi,” ucapnya. Puskesmas tersebut nantinya akan dijadikan Posko Kesehatan untuk melayani sekitar 817.742 pengungsi di Aceh.

“Pengoperasian 309 Puskesmas ini kami butuhkan sebagai Posko Kesehatan yang melayani 2.186 Pos Pengungsian dengan 800.000-an pengungsi,” tuturnya.

Tiga kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang paling banyak jumlah pengungsinya yakni Aceh Tamiang dengan 252.623 pengungsi, Aceh Timur dengan 238.500 pengungsi, dan Aceh Utara dengan 153.538 pengungsi.

Dibutuhkan  ratusan relawan kesehatan Hasil perhitungan sementara menunjukkan bahwa dibutuhkan sekitar 709 relawan tenaga kesehatan untuk mendukung operasional RSUD di 6 Kabupaten/Kota terdampak di Aceh.

Dalam misi kemanusiaan ini, para relawan tenaga kesehatan yang membantu di RS nantinya akan dirotasi setiap dua minggu.

Kemudian, dibutuhkan sekitar 845 relawan tenaga kesehatan untuk mendukung operasional Puskesmas di enam Kab/Kota terdampak yang juga akan dirotasi setiap dua minggu. Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pemulihan kembali sarana dan prasarana publik yang diterjang banjir dan longsor perlu dikebut, agar kondisi kesehatan penduduk tak makin memburuk, roda ekonomi kembali bergulir dan kehidupan kembali berjalan normal.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here