Jakarta, KBKNews.id – Ingin bangunan kokoh tidak dapat terjadi begitu saja. Ada banyak langkah yang harus dilakukan supaya bangunan tersebut tidak roboh secara tiba-tiba.
Seperti peristiwa nahas yang terjadi di Kota Fes, Maroko utara. Warga dikejutkan oleh tragedi pada Rabu, 10 Desember dini hari.
Dua bangunan empat lantai di lingkungan Al-Masira runtuh seketika, menimbun delapan keluarga yang tinggal di dalamnya. Sedikitnya 22 orang tewas dan 16 lainnya terluka. Sementara para penyelamat bekerja tanpa henti untuk mencari korban selamat di bawah reruntuhan.
Keterangan awal dari otoritas lokal menyebutkan adanya dugaan kegagalan struktur bangunan, meski penyebab pasti masih diselidiki. Salah satu bangunan bahkan sedang digunakan untuk acara akikah saat musibah terjadi.
Rumah-rumah di sekitar lokasi langsung dievakuasi. Pemerintah Maroko berjanji memperketat pengawasan terhadap bangunan lama agar tragedi serupa tak terulang.
Insiden ini menjadi pengingat pahit, bangunan sekukuh apa pun tampak dari luar bisa roboh ketika sistem perawatannya gagal atau struktur awalnya tidak memenuhi standar. Lalu, apa saja langkah yang bisa dilakukan agar bangunan tetap kokoh, aman, dan tidak tiba-tiba ambruk?
Alasan Bangunan Bisa Mendadak Runtuh
Sebelum masuk ke langkah pencegahan, penting memahami bahwa keruntuhan bangunan umumnya berawal dari satu hal yakni kegagalan deteksi dini. Banyak kasus di dunia menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebenarnya muncul jauh sebelum bangunan runtuh. Di antaranya retakan kecil, kebocoran, lapuk, atau pondasi melemah.
Sayangnya tanda-tanda tersebut tidak teratasi dengan baik. Di sinilah perawatan dan inspeksi rutin berperan penting.
Melansir dari propertek.id, berikut langkah-langkah yang harus dilakukan agar bangunan tetap kokoh dan aman:
1. Lakukan Inspeksi Rutin dan Terjadwal
Inspeksi menjadi kunci utama menjaga bangunan tetap aman. Pemeriksaan berkala dapat mengidentifikasi masalah sejak kecil sebelum berkembang menjadi ancaman serius.
- Bagian yang harus rutin dicek meliputi:
- Struktur utama seperti dinding dan balok penopang
- Atap, plafon, dan lantai
- Sistem listrik, air, dan ventilasi
- Titik rawan retakan atau kebocoran
Inspeksi ini penting, terutama untuk bangunan yang sudah berusia puluhan tahun atau memiliki aktivitas tinggi.
2. Pastikan Struktur Bangunan Sesuai Standar
Banyak kasus bangunan roboh berawal dari pembangunan yang tidak mengikuti standar teknik. Mulai dari pemilihan material hingga perhitungan beban.
Menggunakan jasa konstruksi profesional, memastikan kualitas bahan, dan mematuhi regulasi bangunan adalah investasi jangka panjang bagi keselamatan. Bangunan yang dibangun sesuai standar akan memiliki daya tahan lebih baik terhadap cuaca ekstrem, beban berlebih, hingga usia pakai.
3. Rawat Sistem HVAC agar Ruangan Tetap Stabil
Sistem HVAC (heating, ventilation, and air conditioning) bukan sekadar pengatur suhu. Sistem ini memengaruhi kelembapan udara dan kualitas ventilasi. Ini bisa berdampak langsung pada ketahanan material bangunan.
Filter yang jarang diganti dapat menyebabkan jamur, korosi, atau kerusakan pada pipa dan dinding. Pemeriksaan minimal dua kali setahun diperlukan untuk menjaga efisiensi dan keamanan.
4. Perhatikan Sistem Keamanan
Keamanan bangunan tak hanya soal pintu yang terkunci. Alarm kebakaran, sensor asap, pemadam api, CCTV, hingga sistem penguncian otomatis harus berfungsi dengan baik.
Sistem ini membantu mendeteksi potensi bencana lebih cepat. Misalnya korsleting listrik atau kebakaran kecil yang bisa melemahkan struktur bangunan jika tidak segera ditangani.
5. Kebersihan yang Konsisten
Bangunan yang bersih bukan sekadar enak dipandang, tetapi juga lebih aman.
Debu berlebihan bisa mengganggu ventilasi, saluran air yang tersumbat dapat memicu kebocoran, sementara selokan yang kotor bisa menyebabkan banjir kecil yang merusak pondasi.
Kebersihan area umum seperti lobi, lift, tangga, maupun sanitasi harus dilakukan secara teratur. Begitu juga pembersihan jendela, ventilasi, dan area eksterior.
6. Dokumentasikan Segala Perawatan dan Perbaikan
Kesalahan umum banyak pengelola gedung adalah kurangnya dokumentasi.
Padahal, catatan yang rapi membantu mengetahui kapan terakhir perbaikan dilakukan, bagian mana yang paling sering rusak, suku cadang apa yang sudah diganti dan kapan jadwal perawatan berikutnya.
Dokumentasi membuat proses perbaikan lebih efisien dan mencegah kesalahan berulang.
7. Jangan Abaikan Bagian Eksterior
Fasad, taman, dinding luar, hingga talang air harus dirawat secara berkala. Cuaca ekstrem seperti hujan deras, panas tinggi, angin kencang dapat mempercepat kerusakan material luar. Pengecatan ulang atau perbaikan kecil di bagian eksterior sering kali mencegah masalah besar pada struktur utama.
8. Sediakan Anggaran Pemeliharaan yang Jelas
Pemeliharaan gedung tidak bisa mengandalkan dana darurat. Harus ada anggaran khusus. Dana tersebut akan dipakai untuk perawatan rutin, perbaikan kecil, inspeksi struktural, dan cadangan untuk kerusakan mendadak.
Bangunan yang memiliki anggaran pemeliharaan cenderung bertahan lebih lama karena masalah bisa ditangani tepat waktu.
9. Pastikan Sistem Kelistrikan Aman
Korsleting merupakan salah satu penyebab utama kebakaran yang pada akhirnya menggerogoti struktur bangunan. Pemeriksaan kabel, panel listrik, hingga lampu sangat penting untuk menghindari kerusakan yang tidak terlihat. Lampu yang redup atau kabel panas sering kali menjadi tanda awal adanya masalah.
10. Periksa Sistem Plumbing secara Berkala
Kebocoran kecil di pipa bisa merusak dinding, plafon, atau lantai. Dalam jangka panjang, kelembapan berlebih dapat melemahkan struktur bangunan.
Pemeriksaan pada saluran air bersih, limbah, toilet, hingga pipa bawah tanah merupakan bentuk pencegahan penting untuk menjaga bangunan tetap kokoh.





