Namun kantor pers Ali al-Bayati, seorang wakil komisi, mengatakan mereka yang meragukan angka tersebut harus mengungkapkan bukti mereka.
Irak telah diguncang oleh protes massa sejak awal Oktober atas kondisi kehidupan yang buruk dan korupsi, memaksa Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi untuk mengundurkan diri pada November tetapi tetap sebagai kepala sementara negara.
Presiden Barham Salih menunjuk mantan menteri komunikasi Mohammed Tawfiq Allawi sebagai perdana menteri baru Sabtu malam dan menginstruksikan dia untuk membentuk pemerintahan baru.
Menurut Amnesty International dan pernyataan-pernyataan sebelumnya oleh Salih, lebih dari 600 orang telah tewas selama protes.
Komisi sebelumnya mengumumkan bahwa lebih dari 17.000 orang telah terluka, demikian dilansir Anadolu.





