Sebaran Kasus Corona Per 19 Maret di Indonesia

Ilustrasi tes swab/ CNN Indonesia

JAKARTA – DKI Jakarta menambahkan kasus positif corona terbanyak pada hari ini yakni sebanyak 1.588 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 367.007 kasus.

Kemudian disusul Jawa Barat menambahkan 1.361 kasus dan kumulatifnya 238.612 kasus, Jawa Tengah menambahkan 611 kasus dan kumulatifnya 164.071 kasus, Banten 324 kasus dan kumulatifnya 34.156 kasus serta Jawa Timur menambahkan 305 kasus dan kumulatifnya 136.108 kasus.

Untuk pasien meninggal hari ini juga bertambah sebanyak 167 kasus dan kumulatifnya mencapai 39.339 kasus atau persentasenya di angka 2,7% dari pasien terkonfirmasi positif. Terdapat 5 provinsi dengan angka kematian tertinggi harian diantaranya Jawa Tengah menambahkan 51 kasus dan kumulatifnya 7.123 kasus, Jawa Timur menambahkan 40 kasus dan kumulatifnya yang tertinggi sejumlah 9.618 kasus, Jawa Barat menambahkan 34 kasus dan kumulatifnya 2.889 kasus, DKI Jakarta menambahkan 21 kasus dan kumulatifnya 6.162 kasus, serta Bali hari ini menambahkan 9 kasus dan kumulatifnya 1.054 kasus.

Selain itu, dari hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, spesimen selesai diperiksa RT-PCR/TCM dan rapid antigen per hari sebanyak 73.460 spesimen dan kumulatifnya 11.944.657 spesimen. Sementara jumlah kumulatif spesimen positif per hari ini sebanyak 2.451.202 spesimen. Jumlah kumulatif spesimen negatif sebanyak 7.836.289 spesimen. Positivity rate spesimen harian di angka 19,78% dan positivity rate spesimen mingguan (07 – 13 Mar) di angka 19,27%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 241 spesimen.

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 45.963 orang dan kumulatifnya 7.968.915 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 6.518.783 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 39.684 orang. Sementara positivity rate orang harian di angka 13,66% dan positivity rate orang mingguan (07 – 13 Mar) di angka 12,86%. Untuk jumlah suspek tercatat ada 59.564 kasus. Dan sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.

Advertisement