SAWAHLUNTO — Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar) dalam satu hari bedah 3 rumah warga dhuafa. Hal itu dilakukan dalam upaya mengentaskan kemiskinan yang langsung ke titiknya.
Pemerintah Sawahlunto terus melakukan upaya untuk menekan angka kemiskinan agar di bawah angka 2 persen di level nasional.
Saat ini persentase kemiskinan di Kota Sawahlunto versi Badan Pusat Statistik (BPS) sudah berada di posisi kedua di level nasional, dengan angka 2,22 persen, namun hal itu tidak membuat Pemerintah Sawahlunto berpuas diri. Salah satu program yang dijalankan pemeritah Sawahlunto untuk menekan angka kemiskinan adalah bedah rumah.
“Program bedah rumah ini dilaksanakan dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sawahlunto,” ujar Walikota Ali Yusuf, yang memimpin langsung 38 personil gabungan Team TRC, BPBD Sawahlunto dan Satpol PP, dengan mambangun tiga unit rumah layak huni, Ahad (18/12/2016).
Menurut Ali, bedah rumah dilaksanakan di Dusun Mulia Desa Tumpuk Tangah itu.
“Pemerintah akan selalu turun ke lapangan melihat langsung kondisi masyarakat sehingga program pemerintah tepat sasaran, tepat guna, sehingga visi menciptakan masyarakat produktif, mandiri, sejahtera, religius dan pemerintah yang melayani terwujud,” ujar Bapak tiga anak itu.
Pria kelahiran 11 Mei 1970 itu mengatakan, Pemerintah Sawahlunto tidak akan pernah bisa merealisasikan persentase kemiskinan ke titik nol. Namun, untuk mencapai angka di bawah 2 persen, dengan kebersamaan akan bisa diwujudkan.
Sementara itu, Ketua BAZNas Sawahlunto M. Syarif mengungkapkan, bantuan bedah rumah bagi tiga keluarga di Dusun Tanjung Mulia diterima Benawilis (37), Khairul Efendi (38) dan Adri Agusni (35).
“Untuk pengerjaannya, lanjut pensiunan Sekretaris Perindagkopnaker Sawahlunto itu, dipimpin langsung Walikota Ali Yusuf, bersama 38 personil tim gabungan dari TRC BPBD Sawahlunto dan Satpol PP.
Seperti dikutip KBK dari Haluan, Kepala Desa Tumpuk Tangah, Zulkifli mengucapkan terimakasih atas bantuan bedah rumah, yang diberikan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah layak huni.





