spot_img

Sejumlah Faktor yang Dapat Tingkatkan Resiko Autoimun

JAKARTA – Berbagai penyakit bisa menyerang manusia, termasuk imun yang ada di dalam tubuh manusia itu sendiri atau disebut autoimun.

Penyakit autoimun adalah respon imun yang mengakibatkan kerusakan pada jaringan tubuh sendiri serta mengganggu fungsi fisiologis tubuh. Penyakit autoimun dapat menyerang bagian tubuh manapun dengan tanda klasik autoimun berupa inflamasi.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit autoimun adalah berjenis kelamin perempuan, memiliki riwayat penyakit autoimun dalam keluarga, memiliki berat badan berlebih atau obesitas, merokok.

Selain itu bisa karena menggunakan obat-obatan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, terkena paparan bahan kimia atau cahaya matahari dan menderita infeksi bakteri atau virus.

Gangguan autoimun dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) kategori berdasarkan organ yang diserang, yaitu organ tunggal dan sistemik. Organ tunggal berarti sitem imun menyerang satu organ tertentu, sedangkan sistemik yaitu sistem imun menyerang beberapa organ atau sistem tubuh yang lebih luas.

Dari berbagai penyakit yang digolongkan penyakit autoimun di antaranya memiliki gejala yang sama, seperti kelelahan, pegal otot, ruam kulit, demam ringan, rambut rontok, sulit konsentrasi, dan kesemutan di tangan dan kaki.

Meski menimbulkan beberapa gejala awal yang sama, masing-masing penyakit autoimun tetap memiliki gejala spesifik, beberapa jenis penyakit autoimun adalah :

1.      Lupus (penyakit autoimun yang saat ini menjadi fenomena). Lupus dapat mempengaruhi hamper semua organ tubuh dan menimbulkan gejala seperti demam, nyeri sendi dan otot, ruam kulit, sariawan, bengkak pada tungkai, sakit kepala, kejang, nyeri dada, sesak nafas, pucat, dan pendarahan.

3.      Penyakit Graves dapat menimbulkan gejala berupaya kehilangan berat badan tanpa alas an yang jelas, mata menonjol, rambut rontok, jantung berdebar, insomnia dan gelisah.

4.      Psoriasis dapat dikenali dengan kulit yang bersisik dan munculnya bercak merah pada kulit.

5.      Multiple SclerosisMyasthenia GravisTiroiditis HashimotoKolitis Ulseraif dan Crohn’s Disease, Rheumatoid Arthritis, Sindrom Guillain Barre, Sindrom Sjogren, dan Vaskulitis.

spot_img
SourceKemenkes

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles