SUKABUMI- Memasuki pekan kedua Januari, curah hujan disejumlah daerah di Jawa Barat mulai meningkat, termasuk Sukabumi.
Akibatnya, jalan ambles dan longsor terus membayang-bayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi.
Hal ini mengakibatkan sejumlah ruas jalan Pajampangan rusak berat. Bahkan di beberapa titik ruas Jalan Sagaranten-Cidolog-Tegalbuleud-hingga ruas jalan Jampang Kulon, nyaris terancam putus.
Kendati ruas jalan masih bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat, tapi dikhawatirkan kerusakan jalan terus meluas. Apalagi seiring hujan terus menerus mengguyur kawasan itu, material batu dan aspal terus terkiikis. “Bila tidak segera disikapi, dikhawatirkan jalan amblas semakin meluas,” kata seorang warga Purabaya, Aden, seperti diberitakan Pikiranrakyat Selasa (12/1/).
Selain mengancam keselamatan penumpang dan awak kendaraan, kata Aden, jalan ammblas sangat mengganggu aktivitas warga. Mereka harus mengantri saat melintasi titik ruas jalan ambles. Apalagi jalan amblas terus bertambah.
Sebenarnya, upaya meminimalisir jalan ambles telah dilakukan. Petugas dari Dinas Binamarga Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi melakukan perbaikan.
Terutama dibeberapa titik ruas jalan yang padat dilalui kendaraan. “Kami melihat beberapa petugas tengah melakukan perbaikan. Terutama dibeberapa badan jalan yang amblas,” ucapnya.
Seiring sejumlah titik ruas jalan ambles tergerus bencana tanah longsor, warga mendesak agar pemerintah untuk segera memasang rambu-rambu peringatan bahaya bencana. Kendati warga telah berulang kali meminta segera dipasang, tapi rambu-rambu peringatan bahaya bancana tanah longsor masih belum terpasang.
“Kami meminta agar dinas terkait untuk segera memasng rambu-rambu peringatan awas bencana tanah longsor. Karena dikhawatirkan titik lokasi bencana, terutama disekitar perbukitan amblas menimpa kendaraan yang hilir mudik melintasi ruas jalan Sukabumi Selatan itu,” kata warga Sagaranten, Salimi.
Sementara itu ditempat terpisah, Kepala Seksi (Kasie) Program Jalan, Balai Pemeliharaan Jalan (PBJ) Dinas Bina Marga Pemprov Jabar Wilayah II Sukabumi, Ruhiat kepada sejumlah wartawan membenarkan sepanjang jalan provinsi di selatan Sukabumi sangat rawan gerusan tanah longsor dan amblesan. “Kami telah menyiagakan melakukan penanganan bencana di lapangan. Bila sewaktu terjadi longsor, petugas segera melakukan perbaikan,” katanya.





