JAKARTA, KBKNEWS.id – Sebuah video klarifikasi dan permohonan maaf dari sejumlah tenaga kesehatan (nakes) mendadak viral di media sosial setelah aksi perundungan (bullying) mereka terhadap seorang pasien BPJS berujung sorotan publik. Aksi mereka menuai komentar masyarakat.
Peristiwa ini bermula saat seorang pasien bernama Yulizal membagikan keluhannya di platform media sosial Threads mengenai pelayanan medis yang diterimanya, di mana ia harus menunggu hingga 8 jam di Unit Gawat Darurat (UGD) tanpa kejelasan ruang rawat inap, Selasa (4/8/2026).
Dalam unggahan tersebut, Yulizal menduga bahwa lambatnya penanganan dan ketiadaan ruang perawatan untuk dirinya disebabkan oleh statusnya sebagai pasien pengguna layanan BPJS Kesehatan.
Bukannya mendapatkan simpati atas kondisi kesehatan yang dialaminya, unggahan Yulizal justru diserbu oleh berbagai komentar sinis hingga kata-kata kasar dari sejumlah akun di platform tersebut.
Setelah ditelusuri oleh warganet, jajaran akun yang melayangkan komentar negatif dan cibiran tersebut ternyata merupakan milik para tenaga kesehatan, mulai dari perawat hingga dokter.
Kondisi semakin memprihatinkan ketika sepekan kemudian, pihak keluarga mengabarkan di media sosial bahwa Yulizal telah meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya sembari memohon agar publik menghentikan aksi perundungan.
Kabar duka tersebut memicu kemarahan publik dan kecaman luas dari warganet terhadap para nakes yang terlibat, hingga berujung pada munculnya video-video klarifikasi serta permohonan maaf secara terbuka.
Salah satu nakes bernama Widya Rini Pangistika menyampaikan duka cita mendalam serta permohonan maaf yang tulus kepada keluarga almarhum, sembari mengakui ketidakprofesionalannya dan meminta maaf kepada instansi rumah sakit tempatnya bekerja.
Menanggapi insiden tersebut, Kementerian Kesehatan mengingatkan seluruh tenaga medis untuk selalu mengedepankan empati dan etika profesional dalam berkomunikasi di ruang publik, serta mengimbau masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran etik melalui Konsil Kesehatan Indonesia (KKI).




