BANYUMAS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Jawa Tengah akan memasuki musim kemarau mulai Juni 2018.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas, salah satu wilayah yang diprediksi mengalami kekeringan sudah mulai memetakan wilayah mana saja yang rawan mengalami kekeringan.
Hal tersebut sebagai upaya antisipasi sekaligus guna mempersiapkan persediaan air bersih bagi masyarakat setempat yang membutuhkan.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Prasetyo Budi Widodo mengatakan, seperti dilansir Antara, Kamis (31/5/2018), sejumlah wilayah di Banyumas yang diperkirakan mengalami kekeringan pada musim kemarau, antara lain Purwojati, Wangon, dan Cilongok.
Meski demikian, menurut perkiraan BPBD Banyumas, potensi kekeringan di wilayah-wilayah tersebut tidak bersifat menyeluruh.
Meskipun potensi kekeringan tidak bersifat menyeluruh, BPBD Banyumas telah menyiapkan sekitar 1.000 tangki air bersih guna mengantisipasi dampak musim kemarau mendatang.
Tangki air bersih itu untuk didistribusikan ke masyarakat di wilayah-wilayah Banyumas yang nantinya mengalami kesulitan air bersih karena kemarau dan karena menipisnya ketersediaan air di sumber air.




