KARANGANYAR – Bencana alam tanah longsor terjadi di beberapa lokasi di Karanganyar pada Senin (1/5/2017) hingga Rabu (3/5/2017), karenanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan peringatan pada warga yang tiniggal di daerah rawan longsor.
Tanah longsor terjadi di Dukuh Banaran, RT 003/RW 001, Desa Plosorejo, Kerjo, pada Senin (1/5/2017) pukul 12.00 WIB. Tanah longsor menimpa kandang sapi ukuran 5 meter x 10 meter milik Tarso Sularno.
Masih terjadi di Kecamatan Kerjo, tepatnya di Dukuh Kerjo, RT 001/RW 002, Desa Sumberejo, Kerjo pada Selasa (2/5/2017) pukul 13.00 WIB. Tanah longsor menimpa garasi mobil milik Ismadi.
Longsor kali terakhir terjadi di Dukuh Tempukrejo, RT 002/RW 004, Desa Jenawi, Jenawi, Rabu (3/5/2017) pukul 17.30 WIB. Tanah longsor menimpa jalan di belakang rumah Prapto Wiyono, 55.
Sebanyak lima keluarga di Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar diusulkan BPBD untuk direlokasi karena tinggal di lokasi rawan bencana alam tanah longsor.
Rencana relokasi terhadap lima keluarga atau 15 orang itu diharapkan bisa dilaksanakan pada 2017 ini.
Sekretaris BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan lokasi relokasi menggunakan tanah oro-oro.
“Ada 5 keluarga atau 15 jiwa dan 2 orang di antaranya adalah [anak] balita. Di Desa Ngargoyoso. Rencana relokasi 2017 menggunakan APBD Karanganyar. Tetapi, tergantung keputusan Pemkab,” kata Hendro saat ditemui wartawan di Markas BPBD Karanganyar, dikutip Solopos.
Selain itu, BPBD Karanganyar juga memberikan peringatan kepada warga tentang lokasi rawan longsor. BPBD membuat dan memasang rambu-rambu semi permanen pada Kamis (4/5/2017). Enam rambu-rambu itu dipasang di sejumlah lokasi rawan longsor di Jenawi dan Ngargoyoso.
Hendro mengingatkan warga agar waspada dan mawas terhadap setiap tanda alam.





