PADANG-Pergerakan tanah di sejumlah daerah Sumatera Barat cukup tinggi dan berpotensi longsor, terutama pada musim hujan, karena itu masyarakat diingatkan untuk waspada.
“Secara umum daerah Agam, Solok dan Pasaman memiliki pergerakan tanah yang relatif tinggi. Pada musim hujan, masyarakat harus waspada longsor,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Zulfiatno di Padang, Rabu (20/07/2016) seperti dilansir Antara.
Ia menyebutkan kombinasi pergerakan tanah yang tinggi dan curah hujan di atas normal memang sangat berbahaya.
“Jika pergerakan tanah cukup tinggi, tetapi curah hujan rendah, bisa dikategorikan cukup aman. Demikian pula jika curah hujan tinggi namun pergerakan tanah rendah,” ujarnya.
Dalam waktu dekat ini pihaknya akan memetakan ulang pergerakan tanah di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar serta membandingkannya dengan perkiraan cuaca BMKG.
Berdasarkan dua hal itu, bisa diprediksi daerah mana saja yang rawan bencana longsor.
“Nanti untuk mengingatkan masyarakat, Gubernur Irwan Prayitno akan mengeluarkan Surat Edaran,” ucapnya.
Selain itu, BPBD Sumbar menurutnya terus mematangkan konsep program Sumbar bebas banjir bandang, bekerja sama dengan 19 kabupaten dan kota di provinsi itu.
“Draft programnya masih berada pada Biro Hukum Sekretariat Provinsi Sumbar. Secepatnya akan kita lakukan penandatanganan kesepahaman antara gubernur dengan bupati dan wali kota,” tambahnya.



