
JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan pemerintah Kota DKI JAkarta belum berencana menyetop PTM kapasitas 100 persen.
“PTM masih dilanjutkan sampai hari ini, belum ada perubahan sekalipun kita sudah di level 2,” ucap Riza, Rabu ,alam dikutip Republika.co.id.
Namun dia menyatakan, Pemprov DKI Jakarta akan menutup sekolah yang melaksanakan PTM selama 15 hari jika ditemukan penyebaran Covid-19 secara signifikan atau di atas lima persen.
“Setiap satuan pendidikan akan ditutup sementara selama lima hari saat ditemukan adanya penyebaran Covid-19, dan kalau ditemukan di atas lima persen akan ditutup selama 15 hari,” kata Riza.
Sementara Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mendorong KemendikbudRistek, Kementerian Agama dan dinas-dinas pendidikan di seluruh Indonesia untuk mempertimbangkan kembali kebijakan PTM 100 persen. Usulan evaluasi ini mengingat meningkatnya kasus Omicron di Indonesia dan masyarkat baru usai liburan natal dan tahun baru.
“Setidaknya tunggulah minimal sampai 14 hari usai liburan akhir tahun,” kata Retno dalam keterangannya, Rabu (5/1/2022)
KPAI, sambung Retno, juga mendorong Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk melakukan percepatan dan pemerataan vaksinasi anak usia 6 -11 tahun di seluruh Indonesia, minimal mencapai 70 persen. Mengingat, vaksinasi anak usia 12-17 tahun saja yang sudah dimulai sejak Juli 2021, cakupannya belum mencapai 70 persen.
“Apalagi vaksinasi usia 6-11 tahun, Oleh karena itu, Pemerintah perlu kerja keras melakukan percepatan dan pemerataan vaksinasinya, ” ujar Retno.




