spot_img

Selamat Datang KRI Bima Suci

INDONESIA saat ini memiliki apal layar latih selain KRI Dewaruci untuk menggodok para kadet perwira muda TNI-AL dengan tibanya KRI Bimasuci yang dipesan dari galangan kapal di Spanyol pada 2012.

KRI Bimasuci dengan nomor lambung 945 sandar di dermaga JICT Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (16/11) bersama 119 taruna dan taruni AAL angkatan ke-64  setelah menempuh pelayaran dari  galangan kapal Frere de Vigo, Spanyol selama dua bulan.

Dengan tiga tiang utama, KRI Bimasuci dengan panjang 111,2 meter dan lebar 13,5 meter mampu melaju dalam kecepatan penuh 15 knot dari tenaga angin dan mesin atau 12 knot dengan mesin yang dihasilkan 26 layar dengan lebar seluruhnya 3.351 meter.

Dibanding pendahulunya, KRI Dewaruci buatan galangan kapal Jerman berusia 64 tahun yang sampai saat ini masih aktif dan digunakan latihan berlayar jarak pendek sampai 10 tahun mendatang, KRI Bima  Suci berbobot lebih besar dan lebih modern karena dibuar sesuai teknologi terkini.

KRI Bima Suci mampu mengangkut 230 awak kapal dibandingkan KRI Dewaruci dengan 50 awak, menggunakan alat komunikasi canggih termasuk destilasi air laut, namun sifat alamiahnya sebagai kapal latih tradisional tetap dipertahankan.

Saat menyambut kedatangan KRI Bimasuci, Menhan Ryamizard Ryacudu mengatakan, kapal latih baru itu hendaknya mampu meneruskan tradisi keperkasaan, ketangguhan dan kejayaan pendahulunya, KRI Dewaruci.

Selain sebagai kawah candradimuka untuk mencetak perwira muda terbaik TNI-AL, KRI Dewaruci telah mengukir sejumlah prestasi untuk memperkenalkan Indonesia seperti dalam misi muhibah pelayaran dunia pada 1964 dan 2012.

Nama Bima Suci diambil dari sosok Bima dalam lakon perwayangan Mahabharata yang memiliki sifat berani, jujur, patuh, tangguh serta memiliki keteguhan hati.

Penugasan pertama yang akan dijalani KRI Bima Suci setelah bergabung dengan armada TNI-AL adalah untuk mengikuti kegiatan Sail Sabang yang akan digelar di Sabang, Aceh.

Indonesia yang duapertiga wilayahnya adalah lautan dan nenek moyangnya merupakan pelaut-pelaut tangguh  yang mampu mengarungi samudera luas sampai ke Madagaskar di ujung Afrika, sepantasnya melanjutkan tradisi tersebut.

Yalesveva Yayamahe. Di Laut Kita Jaya!

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles