Selesai Shalat Isya, 13 Palestina Terluka Ditembak Polisi Israel di Al Aqsha

Rakyat Palestina lakukan shalat di depan pagar masjid Al Aqsha dibawah pengawasan ketat Polisi Zionis Israel. Foto: Info Palestina

JERUSALEM – Sedikitnya 13 warga Palestina terluka, Selasa malam (25/07/20170, karena polisi Israel menembakkan gas air mata dan peluru karet ke jamaah di kompleks Masjid Al-Aqsha, menurut Bulan Sabit Merah Palestina.

Jamaah melakukan shalat Isya berjamaah, saat polisi melakukan intervensi di salah satu gerbang masjid.

Kemarahan telah menyebar di Tepi Barat sejak Israel menutup gerbang Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur setelah baku tembak mematikan 14 Juli. Situs ini dihormati oleh umat Islam dan Yahudi, yang menyebutnya sebagai Bukit Bait Suci (Mount Temple).

Masjid tersebut dibuka kembali setelah dua hari, namun Israel memasang detektor logam dan kamera di gerbangnya. Hal ini memicu ketegangan baru di Al Aqsha.

Tiga warga Palestina tewas pada hari Jumat, dalam demonstrasi menentang tindakan yang dilakukan Israel di sekitar tempat suci tersebut. Tiga orang Israel juga tewas dalam serangan di sebuah pemukiman di Tepi Barat.

Israel menolak untuk melepaskan detektor, mengklaim bahwa tindakan pengamanan tersebut, serupa dengan prosedur yang dilakukan di tempat-tempat suci lainnya di seluruh dunia.

Namun menghadapi kritik dan tekanan internasional, kabinet keamanan Israel memutuskan Senin malam untuk melepas detektor logam tersebut. Sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan tersebut mengatakan sebuah sistem surveilans baru dengan menggunakan “smart check” berdasarkan teknologi canggih akan diberlakukan.

Dilansir Anadolu, Yerusalem merupakan tempat suci bagi kaum Muslim, Yahudi dan Kristen dan Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia Islam di setelah kota Mekah dan Madinah.

Advertisement