spot_img

Selidiki Pelanggaran Pengamanan di Aksi 22 Mei, Komnas HAM Gandeng Tiga Ahli Berpengalaman

JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengajak tiga ahli untuk bergabung dengan tim mereka yang sedang menyelidiki dugaan pelanggaran oleh aparat ketika mengamankan aksi demonstrasi 21-22 Mei.

Ketiga ahli tersebut diantaranya Marzuki Darusman, mantan komisioner HAM yang pernah jadi pelapor khusus PBB untuk isu Korea Utara dan Rohingya-Myanmar,  Makarim Wibisono, mantan dubes Indonesia untuk PBB yang berpengalaman dalam isu Palestina dan  Anita Wahid, Presidium Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo).

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan dalam pemantauan itu kita akan melibatkan beberapa tokoh yang kita anggap punya keahlian. Dengan pelibatan tokoh-tokoh ini, harapan kita, akan semakin mampu mengungkapkan fakta-fakta itu,” ujarnya, dilansir VOA Indonesia, Rabu (29/5/2019).

Dia mengatakan pihaknya akan memeriksa dugaan pelanggaran oleh aparat berdasarkan 3 Peraturan Kapolri (Perkap), yakni tentang Pengendalian Massa, Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan kepolisian, dan implementasi prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Polri.

Jika ada petugas yang terbukti melanggar aturan, harus dihukum tegas, desak Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara.

“Ketika ada aparatnya yang melakukan kekerasan dan sebagainya, untuk bisa diberi sanksi sesuai dengan peraturan perundangan yang ada. Kenapa ini penting? Supaya tidak ada kejadian lagi di masa mendatang, kekerasan dan segala macam,” ujarnya.

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles