MANGGARAI TIMUR, KBKNEWS.id — Semangat kebersamaan dan kearifan lokal masih mengakar kuat di kalangan masyarakat pesisir Nusa Tenggara Timur. Warga Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, kembali menggelar aksi gotong royong menarik perahu nelayan ke bibir pantai secara bersama-sama.
Kegiatan tersebut melibatkan puluhan warga setempat yang saling bahu-membahu menarik beban perahu kayu berukuran besar. Tanpa menggunakan alat berat modern, para nelayan mengandalkan kekuatan fisik, tali tambang, serta koordinasi kompak agar perahu dapat mendarat dengan aman setelah melaut atau saat hendak diperbaiki.
Salah seorang warga setempat, Subuhan Ahmad, menjelaskan bahwa kegiatan tarik perahu ini merupakan agenda rutin sekaligus cerminan solidaritas warga pesisir Kampung Ronting yang tidak pernah pudar.
“Ini tadi kita kegiatan gotong royong tarik kapal perahu. Ini kebiasaan kita di sini, tradisi kita di sini kalau ada tarik perahu gotong royong,” ujar Subuhan, Jumat (28/6/2026).
Mayoritas penduduk di wilayah pesisir Kampung Ronting menggantungkan hidupnya pada sektor kelautan. Laut menjadi sumber penghidupan utama, sehingga keberadaan perahu menjadi aset vital yang dimiliki oleh hampir setiap kepala keluarga di desa tersebut.
“Mata pencarian kita di sini di laut, semua memiliki kendaraan kapal,” tambah Subuhan saat menjelaskan latar belakang ketergantungan warga terhadap perahu nelayan.
Tradisi saling bantu dalam memindahkan atau menaikkan perahu ini sudah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Kebiasaan tersebut telah diajarkan oleh para tetua kampung sejak warga masih usia anak-anak hingga kini menjadi budaya kerja sama yang terus dilestarikan.
“Sudah sejak lama, mulai kita masih kecil, orang-orang tua dulu yang sudah tradisi sampai sekarang. Tidak ada sebutan khusus, hanya angkat kapal saja,” pungkas Subuhan.
Aksi gotong royong angkat kapal ini membuktikan bahwa nilai kekeluargaan dan persatuan tetap menjadi modal sosial utama bagi masyarakat nelayan di Manggarai Timur di tengah tantangan zaman. Tradisi sederhana ini tidak hanya meringankan beban pekerjaan fisik, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antarwarga pesisir.






