Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, 1.400 Masih Hilang

JAKARTA, KBKNEWS.id — Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu (26/8) menewaskan sedikitnya 392 orang.

Hingga Jumat (28/8) pagi, sekitar 1.400 orang masih dinyatakan hilang.

Juru bicara Kepolisian Nepal, Abi Narayan Kafle, mengatakan jumlah korban kemungkinan masih bertambah. Tim pencarian dan penyelamatan terus dikerahkan untuk menemukan warga yang belum diketahui keberadaannya.

Pemerintah Nepal menyebut sejumlah warga negara asing turut menjadi korban hilang dalam bencana tersebut. Warga India menjadi kelompok yang paling banyak terdampak, dengan 288 orang belum berhasil dihubungi.

Selain itu, sekitar 90 warga Amerika Serikat juga dilaporkan belum diketahui keberadaannya. Warga negara Australia, Inggris, Kanada, Italia, Jerman, China, hingga Malaysia juga termasuk dalam daftar orang hilang. Sebagian wisatawan tersebut diketahui berada di Nepal untuk tujuan ziarah.

Operasi pencarian melibatkan ribuan personel. China mengerahkan sekitar 1.500 personel untuk membantu Nepal, sementara lebih dari 5.000 tentara dan aparat kepolisian Nepal turut diterjunkan.

Bencana terjadi ketika banjir bandang dan longsor menyapu kawasan Sungai Lhende Khola yang mengalir di wilayah Nepal dan Tibet. Laporan awal sempat menyebut bencana dipicu gempa yang menyebabkan longsoran es dan batuan.

Namun, analisis Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan tidak ditemukan aktivitas gempa sebelum longsor dan banjir bandang terjadi.

Nepal yang didominasi wilayah pegunungan memang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir dan tanah longsor, terutama selama musim hujan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here