CIANJUR – Hanya dalam waktu sepekan saja, wilayah Kabupaten Cianjur bagian selatan dilanda empat kali bencana alam banjir dan longsor yang diakibatkan curah hujan tinggi dan memicu pergerakan tanah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Asep Suparman, mengatakan pada Minggu (23/10/2016), bahwa bencana pertama terjadi pada Rabu (19/10/2016) malam, banjir bandang terjadi di di Kecamatan Sindangbarang dan telah merusak beberapa rumah dan puluhan lainnya terendam.
Di saat bersamaan Sungai Cikadu di Kecamatan Cikadu pun meluap, dua orang tewas terbawa hanyut luapan sungai.
Bencana lainnya yakni longsor di Blok Gunung Anjung Pasirhalang, Desa Pamoyanan-Cimaskara, Cibinong, pada Jumat (21/10/2016) malam. Akibatnya, akses jalan menuju lima desa di Kecamatan Cibinong terhambat, tertimpa material longsor dari tebing setinggi 50 meter dan menutupi badan jalan sepanjang 300 meter.
Bencana berulang di Sindangbarang, tepatnya di Desa Saganten, pada Sabtu (22/10/2016). Pergerakan tanah kembali memicu longsor dan menimbun jalan desa serta menghambat aktivitas warga.
Rangkaian bencana dalam tersebut membuat pihaknya waspada dan sudah memberikan peringatan dini bagi warga. BPBD kini tengah mengusulkan peningkatan status siaga darurat bencana banjir dan longsor. Mengingat frekuensi bencana yang terjadi di Cianjur mengalami peningkatan karena cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
“Masih dalam proses pembahasan, meski begitu mau status siaga atau tidak, kami tetap siaga 24 jam,” ucapnya, dikutip dari PR.





