TANGSEL (KBK)— Tim Respon Darurat Kesehatan (RDK) LKC Dompet Dhuafa telah berupaya selama kurang lebih 24 jam menyelamatkan nyawa Neti Armanda Sari (35). Namun, ibu muda yang menderita stroke itu akirnya meninggal dunia pada Jumat (25/3) di RS Hermina.
Neti merupakan salah satu pasien tidak mampu yang sempat dilaporkan ke LKC Dompet Dhuafa. Awalnya warga Kp Pondok Miri RT 01 RW 05 Kel. Rawa Kalong, Kec. Gunung Sindur Bogor ini dikabarkan mendadak jatuh hingga tidak sadarkan diri. Informasi tersebut disampaikan oleh seorang saudara Neti, Nuryanto kepada Kabag Respon Darurat Kesehatan LKC Dompet Dhuafa Slamet Djuniantoro pada Kamis (24/3/2016).
Slamet pun akhirnya merespon untuk menindaklanjuti informasi tersebut dan menyampaikan ke Kabag Kepesertaan Suroso untuk melakukan survey cepat agar Neti segera mendapatkan pertolongan.
Kala itu Nuryanto sempat menceritakan bahwa Neti sempat dilarikan ke beberapa rumah sakit di bilangan Tangsel dan Parung Bogor. “Dimasukin ke UGD, karena keluarga tidak punya uang untuk tindakan jadi ditolak,” ungkap Nuryanto melalui pesan singkatnya.
Bahkan, Nuryanto menyebutkan bahwa Neti juga tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan apapun. “Pasien juga tidak ada BPJS dan berkas kesehatan lainnya,” tambahnya.
Hingga akhirnya Neti dinyatakan sebagai pasien yang layak mendapatkan bantuan oleh Tim Survey LKC Dompet Dhuafa. Selanjutnya Tim RDK dengan tenaga medis dan paramedis bergerak cepat menggunakan ambulans untuk menjemput Neti yang saat itu akan pulang paksa dengan alasan tidak memiliki biaya.
Tim RDK LKC Dompet Dhuafa akhirnya merujuk ke rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas layanan ICU. Namun malang di tengah upaya Tim RDK berupaya menyelamatkan Neti, nyawanya tidak tertolong saat ditangani di ruang ICU RS Hermina. Neti yang saat itu dalam kondisi koma dikabarkan menghebuskan nafas terakhir pada Jumat (25/3) pukul 11.25 WIB. Hingga jenazah dipulangkan ke rumah duka menggunakan ambulans Barzah Dompet Dhuafa.
Penanggung jawab Gerai Sehat LKC Dompet Dhuafa dr. Hari melaporkan diagnosa terakhir Neti menderita serangan Stroke Infark. Gangguan aliran darah otak yang terjadi secara mendadak (akut) yang dapat disebabkan karena adanya sumbatan (infark).
dr. Hari menyebutkan, almarhumah meninggalkan tiga orang anak, Keresya Tudy Putri (11), Lionel Putra Ramadhan (4), dan Trisa Anaya Putri (1). “Pihak keluarga mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada LKC Dompet Dhuafa atas bantuan dan dukungannya dari awal hingga akhir,” kata dr Hari menyampaikan pesan keluarga Neti usai melawat ke rumah duka.
Semoga Almarhumah Neti diampuni dosa dosanya dan diterima segala amal ibadahnya. Dan kedepan kita berharap tidak ada lagi kasus serupa yang menimpa pasien dhuafa hingga terlambat mendapatkan pertolongan dikarenakan faktor keterbatasan biaya. (LKC/MJ)





